RIHLAH KAMMI UBK DI CIC BANDUNG

Standar

rihlah 2015

BANDUNG- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Umar Bin Khattab menyelenggarakan agenda rihlah pada awal semester kemarin. Kegiatan rihlah ini diikuti oleh mahasiswa yang telah menjadi Anggota Biasa 1 (AB 1), maupun Anggota Biasa 2 (AB 2).

Acara rihlah tersebut dibuka oleh perwakilan dari departemen kastra kammi ubk. rihlah yang terdiri dari ikhwan dan akhwat ini selanjutnya dibagi menjadi 4 kelompok. Peserta kemudian diajak bermain games yang sudah dirancang oleh panitia, di antaranya adalah peserta harus melewati tantangan dan berjalan pada jalan yan terjal dan berliku namun harus tetap dalam keadaan bersama. Setelah itu di akhir acara peserta melakukan tukar kado kemudian disusul dengan sharing tentang pengalaman ataupun kesan – kesan selama di KAMMI. Setiap games itu mempunyai hikmah masing-masing, seperti melatih kepemimpinan, konsentrasi, strategi, tidak mudah menyerah dalam menghadapi sebuah masalah, dan melatih kekompakan masing-masing tim.

“HIKMAH” Oleh Sani Ahmad Apandi (Wirus 2013)

Standar

“ HIKMAH “

Ramadhan, sebuah simbol keberkahan dimana telah dibukakannya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Ada hal yang begitu berbeda diramadhan kali ini, begitu berbeda sehingga membuat begitu bersyukurnya saya, bukan hanya bersyukur semata karena telah disampaikan umur untuk menemuinya, bukan hanya bersyukur semata karena masih diberi kesehatan untuk menjalankannya, lebih dari semua itu, karena bulan ramadhan kali ini, telah memberikan rasa takjub yaitu dengan hikmah titik balik kehidupan saya. Hikmah yang telah membuat terbukannya pikiran bahwa begitu kecilnya saya, hikmah yang telah membuat rasa takut yang amat akibat hal yang dilakukan dimasa lalu, hikmah yang telah membuat untuk terus berusaha sebaik mungkin beristiqomah dan memperbaiki diri serta hikmah bahwa begitu Rahman dan Rahim nya Allah swt.

Begitu misteriusnya memang kehidupan ini, hingga dalam sekejappun semuanya bisa berubah. Tentunya semua itu tak lepas dari kehendak sang kholiq. Allah menghendaki atas perubahan seseorang dan Allah pun menghendaki untuk membuat seseorang tetap berada dalam kesesatannya.

Orang yang pernah merasakan hidup dalam kegelapan akan sangat berbeda dalam memaknai setiap kesempatan yang diberikan oleh Allah swt. Hal ini akan memberikan pola pikir lain dalam kehidupannya. Seseorang yang merasakan ini akan berusaha sebaik mungkin untuk memanfaatkan waktunya dalam rangka memperbaiki dirinya. Apapun yang mereka hadapi akan disandarkan atas kesalahan luar biasa dimasa lalu yang mereka tak ingin mengulanginya lagi. Sulit bukan main dalam melewatinya. Mereka harus bisa keluar sendiri dari dalam lingkar kebiasaan yang sangat mereka senangi bahkan yang sangat berharga dikehidupannya.

Di titik inilah saya merasakan suatu hal yang menakjubkan. Dari segala kesalahan yang pernah diperbuat, dari segala kebodohan yang selalu dijalani. Saya mulai sadar bahwa ada hal yang terus memperingati dan berusaha memberitahukan bahwa saya harus segera berada dalam jalur yang semestinya. Dan mungkin inilah cara unik Allah sebagai salah satu bukti begitu Rahman dan Rahim nya Ia kepada seluruh makhluknya, yaitu dengan hikmah.

Mereka yang diberi hikmah adalah mereka yang akan cepat sadar bahwa hidup ini ada yang mengawasi. Mereka tahu ada suatu hal dibalik semua peristiwa yang terjadi dalam hidup yang mereka tak dapat memungkirinya. Mereka sadar bahwa dari semua yang tercipta dan terjadi di alam semesta ini semata mata untuk memberikan pelajaran bahwa begitu Agung dan Maha Besar nya Allah swt. Inilah hal menakjubkan itu kawan, hikmah yang membuat bertambahnya iman dan rasa cinta kepada Sang Kaliq, Allah swt, Tuhan semesta alam…..

Semoga dibulan yang suci dan berkah ini, kita senantiasa tetap diteguhkan hatinya untuk selalu taat kepada Allah, jangan pernah berputus asa atas rahmat dan KaruniaNya serta terus berusaha untuk memantaskan dan memperbaiki diri..

Wallahu a’lam bishoab. . . . . .

Biodata singkat

Sani Ahmad Apandi, anak ke 2 dari 3 bersaudara ini adalah pribadi yang pendiam namun antusias dan begitu berambisi. Keinginanya adalah menjadi seorang pengusaha muslim muda yang sukses yang bisa membiayai pendidikan bagi anak anak yang kurang mampu serta bermanfaat untuk semua orang. Sekarang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Bandung jurusan Teknik Konversi Energi dan aktif di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI ).

“Ramadhan Terakhir” oleh Mochammad Dzikri Taufik (Kastra 2013)

Standar

“Ramadhan Terakhir” oleh Mochammad Dzikri Taufik (Kastra 2013)

Bulan Suci Ramadhan, bulan di mana pintu surga dibuka selebar lebarnya dan pintu neraka diharamkan bagi orang orang yang beriman dan bertaqwa. Bulan disaat kesepian pecah oleh lantunan ayat ayat suci di setiap masjid, mushola, langgar dan surau. Serta malam menjadi waktu yang paling tepat untuk mengharap dan mendekat lebih intim dengan sang Pencipta. Bukan hanya itu, silaturahmi terjaga dalam hangatnya dekapan ukhuwah, dalam indahnya berbagi dan rindangnya nasehat – menasehati. Betapa bulan ini sangat dirindukan. Ramadhan 1436 Hijriyah juga menyisipkan sejuta rindu untuk ayah dan ibu di sana. Ada rekaman peristiwa dan kehangatan ketika berbuka bersama keluarga. Semoga Allah menjaga dan mempertemukan kami setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban kami disini.

Ada setumpuk siang yang akan menjadi fasilitas dalam beraktivitas. Ada sejumlah malam yang akan menjadi teman dalam kerinduan. Ramadhan tahun ini, memberikan banyak arti. Memberikan banyak hal yang perlu dijadikan introspeksi diri. Ramadhan bukan sekedar kewajiban, ramadhan adalah madrasah besar bagi orang orang yang pandai memanfaatkan. Ramadhan menjadi titik tolak, bagi mereka yang hendak merevisi cerita dan kisah, keluh dan kesah, serta penat dan lelah. Namun, hati kadang miris, terasa seperti teriris melihat kawan kawan mulai terjebak dalam hedonisme yang tak tahu aturan, yang justru dilakukan dibulan di mana pahala diobral dan benar benar dibagikan, bulan ramadhan. Saya tidak merasa diri saya sebagai orang yang pandai memanfaatkan secara keseluruhan ramadhan. Saya hanya mengingatkan diri saya sendiri dan teman teman pembaca yang setidaknya adalah saudara bagi saya, saudara satu agama. Kaum muslimin dan muslimat dimanapun anda berada.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antar kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertawakalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS. Al-Hujurat:10)

Manusia terlahir ke dunia dengan menggenggam batas usia yang dituliskan oleh-Nya. Menghirup nafas kebenaran, tak jarang bau-bau kemunafikan beserta dengannya. Tak sedikit bentuk kesucian harus ternoda oleh jebakan yang gelapkan mata, fatamorgana kehidupan namanya. Salah dan keliru menjadi penyadar bagi diri, bahwa kita manusia biasa. Allah selalu memberikan kesempatan yang mungkin terabaikan. Dimana lagi kesempatan sebaik baiknya kesempatan ? disini adalah waktu dan tempat yang tepat untuk memperbaiki kesalahan, sekali lagi Ramadhan namanya.

“wahai orang orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Al-Baqarah : 183).

Melalui salah satu ayat cintanya di atas, Allah menjadikan Ramadhan sebagai kendaraan menuju taqwa. Menjadi bengkel iman, dengan segala rutinitas dan malam malam yang memiliki berjuta kenikmatan ruhiyah. Beruntunglah bagi kita yang diberikan kesempatan umur, kesehatan dan iman yang masih terjaga hingga saat ini. Sehingga nikmatnya ramadhan masih dapat dirasakan dengan penuh kegembiraan. Namun perhatikan teman teman kita atau saudara saudara kita yang sudah lebih dulu menghadap Al-khaliq. Dicabut kesempatannya dalam menuai amal dalam hidupnya, termasuk menuai amal dibulan yang indah ini. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan menerima amal amal yang pernah dilakukan semasa hidupnya. Serta menjadikan ini sebagai alarm bagi kita yang masih diberikan nikmat untuk menjalankan ibadah ini dengan sebenar benarnya.

Puasa, bukan hanya sekedar menunda makan dan minum. Terlalu sempit apabila definisi itu dijadikan dasar berpikir kita dalam berpuasa. Bahkan kambing, sapi dan unta pun mampu berpuasa. Namun akankah kita samakan diri kita dengan mereka. Tidak kawan, kita adalah manusia, sebaik baikya makhluk ciptaannya yang diberikan akal dan fikiran, nafsu dan naluri.

“Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya,”(QS At-Tiin:4)

Kini durasi Ramadhan semakin berkurang, namun makna dan kekhusukan berbanding terbalik dengannya. Semakin mendekati habis, semakin khidmat bagi orang orang yang enggan melepaskan ramadhan begitu saja. Masih ada magfirah disetiap malamnya, seolah tak pernah henti aliran pahala pahala di bulan suci ini. Apa jadinya ketika pemandangan masjid, mushola, langgar dan surau kini mulai sepi pengunjung ? jalan jalan menuju rumah Allah mulai lengang dari lalu lalangnya pengejar pahala. Kini giliran rumah makan, mall, pasar dan tempat tempat hiburan yang dimakmurkan. Ketika shaf sholat tarawih kini mulai longgar, tak ada lagi telapak telapak kaki yang merapat bagai benteng kokoh yang sulit untuk dirobohkan. Sedangkan rumah makan mulai kebanjiran tamu oleh adanya agenda tahunan yang biasa disebut bubar, bukber, iftor jama’ah, atau apapun namanya. Yang dianggap sebagai moment melampiaskan rindu pada kawan kawan lama yang kini telihat berbeda, yang dianggap sebagai memperkuat talipersaudaraan. Atau justeru sebagai ajang memamerkan status masing masing individu sebagai mahasiswa “universitas ternama” ?, bahkan bisa jadi ajang maksiat bersama kawan kawan lama ? karena biasanya (tidak menunjuk seluruhnya) konten acara buka bersama yang disodorkan adalah tawa dan saling bercerita disertai narsisme yang belebihan yang hasilnya siap diunggah di media sosial dengan hashtag “#BukaBersamaKawanLama”. Lalu bagaimana kabarnya sholat magrib ?, ya mungkin akan menjadi cerita bagi masing masing individu, ya sekedar cerita kosong yang dibalut perasaan pura pura lupa. Atau mereka yang masih menunggu senja menuju waktu berbuka dengan berkhalwat ?. Mungkin menurutnya hal tersebut adalah cara paling tepat untuk menghabiskan waktu puasa, ya sekedar menghabiskan waktu menahan lapar dan dahaga ,mereka mungkin lupa bahwa nafsu pun perlu dijaga. Lalu bagaimana kabar Al-Qur’an ? yang baru beberapa lembar menghiasi waktu sore menjelang berbuka. Kemudian mereka muda-mudi yang meramaikan malam-malam ramdhan dengan kongkow-kongkow di cafee mewah ala anak muda Amerika. mengisi perut yang sebenarnya sudah penuh terisi, hanya karena gengsi dan tak ingin dianggap bukan anak gaul masa kini. Dan terbuanglah makanan yang tak sanggup lagi dikonsumsi. Lantas bagaimana kabar orang orang di pinggir jalan sana?, orang orang di pelosok desa yang menunggu datangnya makanan enak dan lezat dari tangan tangan dermawan ? Apakah mereka lupa untuk mengingat tentang ini, mereka lupa tentang berbagi dan memberi ?

Jangan sia siakan ramadhan ini, siang dan malamnya adalah sarana terbaik bagi kita manusia penuh noda dan dosa. Apakah kita yakin esok atau tahun selanjutnya akan hidup seperti halnya saat ini ?. Umat Rasulullah memiliki usia tak lebih dari 63 tahun atau bila Allah memberi usia lebih adalah bonus kesempatan untuk menuai amal lebih banyak. Tetapi bagaimana bila mati sebelum 63 tahun ? 30 ? atau bahkan 20 ?. Akankan hari ini menjadi bulan ramadhan terakhir bagi kita ? menjadi bulan penuh ampunan yang terakhir bagi kita manusia penuh bau busuk noda dan dosa ?. Mari kawan, sebelum Ramadhan meninggalkan kita di tahun ini. Sebelum Allah mencabut kesempatan ini untuk selama lamanya. Tak rela rasanya bila ramadhan harus berlalu begitu saja, atau berlalu dengan kegiatan hampa makna.

Selama masih ada kesempatan ini, langkahkan kaki menuju perubahan diri. Menuju tempat tempat yang di Ridhoi. Tadahkan tangan untuk mengharap ampun pada Allah Ta’ala. Rendahkan diri dihadapanNya sebagai makhluk penuh dosa. Titihkan air mata penyeselaan dan kekhawatiran apabila ramadhan ini menjadi ramadhan terakhir bagi kita. Akankah kita bertemu dengan Orang tua di rumah dengan suasana Ramadhan yang sama ? atau Ramadhan selanjutnya kita berada di ruang sempit dan gelap, di dalam tanah? . diiringi penyesalan dan tangis tanpa henti atas kesempatan yang terbuang percuma. Wallahua’lam bisshowab.

Riwayat singkat Penulis

Mochammad Dzikri Taufik, Lahir pada tanggal 30 Mei 1995 di sebuah kota kecil di wilayah pantura, Kota Cirebon, Jawa Barat. Nama kecilnya adalah Dzikri, atau orang tua di rumahnya biasa memanggilnya Kiki. Dzikri memiliki riwayat pendidikan diantaranya, TK Tunas Karya Kota Cirebon (2000-2001), SD Negeri Taman Kalijaga Cirebon (2001-2007), SMP Negeri 7 Kota Cirebon (2007-2010), SMA Negeri 6 Kota Cirebon (2010-2013) dan Politeknik Negeri Bandung (2013-sekarang).

Dzikri adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara dari ibu bernama Imas Rohaeni dan ayah Taufik Tjarmadi. Dilihat secara fisik memang tidak terlalu tampan, tapi ketahuilah Mochammad Dzikri Taufik punya mimpi mimpi untuk mapan. Gaya kesehariannya terbilang sederhana dan cenderung enggan dianggap sama dengan pemuda sekitarnya. Penulis adalah pemuda sederhana, tak ada kelebihan padanya.

Motivasi penulis dalam mengikuti lomba essay ini adalah karena penulis teringat dan termotivasi dengan pernyataan Imam Syafi’i “Jika kamu bukanlah anak seorang raja, bukan juga anak seorang Ulama besar. Maka jadilah seorang penulis”. Penulis memang bukanlah seorang ahli sastra bahkan bukan penulis profesional yang biasa menerbitkan tulisannya di majalah, koran atau surat kabar. Bagi penulis, menulis bagaikan menari diatas awan, tanpa iringan musik. Namun jiwa tetap mengalir, seiring dengan udara yang berhembus silih berbisik pada nurani.

Created By Departemen Medfor KAMMI UBK

ESSAY-KU ESSAYMU ESSAY KAMMI

Standar

Assalamualaikum Wr.Wb

Selamat kepada Mochammad Dzikri Taufik Azzah Muzayyanah Sani Ahmad Apandi pemenang lomba menulis essay tema “Coretan Seputar Ramadhan” “Memaknai Ramadhan” yang diselenggarakan perdana oleh departemen Medfor Dalam Kammi semoga hasil dari kegiatan lomba ini dapat memacu yang lain untuk semakin kreatif dalam menulis, insyaallah karya nya bermanfaat :) ‪#‎SpiritMuslimNegarawan‬ #DariKAMMIUntukNegeri

Untuk melihat tulisan peserta yukkk cek di postingan berikutnya :)

7 macam persahabatan, namun hanya 1, yang sampai hingga Akhirat (Medfor 2015)

Standar

7 macam persahabatan, namun hanya 1, yang sampai hingga Akhirat.

 1. “Ta’aruffan”, adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. “Taariiihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklatbersama, sekolah bersama dan sebagainya.

3. “Ahammiyyatan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. “Faarihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. “Amalan”, adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.

6. “Aduwwan”, adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya…”Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang” (QS 3 : 120).

7. “Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 – 6 akan sirna di Akhirat. Yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah…

“Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS 43 : 67).

Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran…

From Khusnul Khotimah (Media dan Informasi periode jihad 2015)

Pendidikan Menuju Peradaban Bangsa (Sekum Kammi UBK Periode Jihad 2015)

Standar

Pendidikan Menuju Peradaban Bangsa

Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat dilirik keberadaanya oleh negara-negara lain di dunia. Dengan berbekal kekayaan alam yang melimpah, banyak investor asing datang untuk mengunjungi negara kita tercinta. Sehingga Indonesia sering disebut sebagai negara kepulauan, negara maritim dan negara yang penuh eksotika kebudayaan dan pariwisata. Kekayaan alam dan sumber daya alam yang melimpah ini perlu disupport oleh kekayaan dan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya alam ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Modal pertma yang telah dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah penduduk yang sangat banyak dan heterogen. Sehingga Indonesia berada pada peringkat ke-4 se-dunia dengan jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa (menurut Data Departemen Perdagangan AS). Oleh karena itu, sumber daya manusia perlu didukung oleh pemikiran dan keterampilan yang dapat membangun sebuah peradaban dan pembangunan Nasional yang berkualitas pula. Salah satu gerakan yang perlu kita intensifkan adalah membangun jiwa Pendidikan yang ada di Indonesia.

Di zaman modern saat ini, pendidikan masih saja menjadi bahan perbincangan yang tak kunjung tuntas. Apalagi menurut saya, pendidikan sudah memulai peradaban baru, dengan banyaknya media Internet membuat para murid dan pendidik merasa terbantu dengan kecanggihan teknologi tersebut. Akan tetapi, akhir-akhir ini penggunaan media tersebut sebagian besar masih salah dalam pengaplikasiannya. Anak-anak mulai mengakses hal-hal yang belum sepantasnya mereka untuk membaca atau melihatnya. Sehingga berakibat terhadap pemikiran mereka. Pemikiran mereka malah mengarah kepada hal-hal yang semestinya belum terjadi pada anak-anak di zamannya. Kurangnya pengawasan terhadap anak-anak adalah kunci atau faktor belum berkembangnya pembangunan Nasional di Indonesia.

Selain itu, yang sangat disayangkan fasilitas pendidikan yang ada di Indonesia masih dikategorikan belum cukup maju. Bisa kita lihat, bagaimana akses jalan untuk pergi ke sekolah saja masih ditempuh berjam-jam. Dengan banyaknya rintangan dan hambatan yang mereka lalui, sperti jalan yang masih bolong-bolong disana-sini, air sungai yang harus mereka lalui, hingga jembatan yang harus mereka sebrang tetapi jembatan tersebut sudah tidak layak fungsi. Hal inilah yang membuat anak-anak kita harus nekad untuk pergi ke sekolah.

Apalagi dengan permasalahan pembangunan gedung-gedung sekolah di beberapa daerah, masih banyak gedung sekolah tersebut yang masih belum layak huni. Bocor disana-sini, hingga gedung tersebut hampir menunjukkan tanda-tanda kehancuran. Tak dipungkiri, semangat anak-anak pun untuk belajar menurun akibat takut kalau-kalau gedung sekolah mereka suatu hari bakal hancur dan roboh hingga menimpa mereka. Naudzubilla min dzalik….

Lalu, mahalnya biaya pendidikan (terutama di kota-kota besar) masih menjadi alasan utama mengapa mereka yang merupakan penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan untuk tidak menyentuh dunia pendidikan. Padahal mereka sudah ada kemauan dan sadar akan pentingnya pendidikan. Pemerintah sudah berupaya untuk mencanangkan program pendidikan gratis. Akan tetapi, masih ada saja biaya disana-sini yang tidak gratis dan harus ditangguhkan oleh para siswa. Biaya untuk perjalanan ke sekolah, membeli buku, seragam, dan peralatan sekolah lainnya. Sehingga sebagian besar keluarga dari anak-anak yang kurang mampu lebih memilih untuk bekerja daripada melanjutkan pedidikan. Hal ini dikarenakan mereka merasa terbebani dengan banyaknya biaya pendidikan tersebut, sedangkan keadaan ekonomi mereka masih belum tercukupi, apalagi baiaya untuk makan saja pun belum cukup bagi mereka.

Oleh karena itu, solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan di atas adalah mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Salah satu sistem yang perlu dicanangkan sebenar-benarnya adalah sistem pendidikan berbasis karakter. Hal ini sudah pernah dicanangkan, tetapi belum maksimal. Dengan memaksimalkan program tersebut, seperti menanamkan nilai-nilai agama dan nilai budi pekerti luhur, mampu menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia dan santun meskipun nilai-nilai intelektualitas masih tetap terjaga. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al-Qashash ayat 77 yang artinya :

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawai dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Selain itu, pemerintah harus peka terhadap kondisi pendidikan di setiap daerah dan dapat mengambil langkah yang pasti untuk dapat memperbaiki permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia. Pada kasus di atas, solusi yang perlu dilakukan pemerintah adalah menganggarkan dana anggaran pemerintahan untuk memperbaiki gedung sekolah secara cepat, tepat dan tegas. Serta selain itu, perlu dianggarkan secara pasti biaya program pendidikan gratis kepada masyarakat yang benar-benar kurang mampu. Oleh karena itu, pemberian pendidikan gratis dapat tepat sasaran, sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial.

Tidak hanya pemerinta, tetapi masyarakt pun perlu mendukung dan membantu pemerintah dalam memnyukseskan langkah-langkah pemerintah untuk dapat meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan itu penting dan selalu mngawasi dan mengontrol jalannya langka-langkah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk manangani tentang pendidikan yang ada di Indonesia.

Yuk bersama-sama kepada Mahasiswa di seluruh pelosok nusantara untuk bersama-sama membangun pembangunan Nasional ini menuju peradaban Bangsa yang semakin maju. Hal ini dikarena bahwa perkembangan dunia di era globalisasi menuntut sistem pendidikan Nasional yang lebih baik. Sehingga kualitas sumber daya manusia pun lebih baik pula dan mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang dengan negara-negara lain di dunia. Amin

 

From :

Giffari Muslih

Sekretaris Umum KAMMI UBK 2015

Hidup Terarah Hidup Berkah – Ketum 2015

Standar

675.html“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
[QS. Al-Ahzaab: 21]

Sedikit berbagi tentang sesuatu yang istimewa tetapi sering kita tinggalkan. Yang jika kita laksanakan hidup ini nikmatnya luar biasa dan berkahnya luar biasa.

Saya akan membicakan keseharian rosul . Apasih 24 jam kegiatan yang dilakukan oleh rosul, harapan nya ketika kita melakukannya kita akan mendapat sesuatu yang baik yang rosul dulu juga alami.

Kalau kita melihat sejarah ,Rosulullah hanya hidup 63 th, tapi mampu merubah kejahiliyahan bukan hanya bangas arab tapi seluruh umat manusia , inilah manusia yang dari bangunnya sampai tidurnya di bimbing langsung oleh wahyu. Kalau hidup kita di dibimbing oleh wahyu i.allah barkahnya luar biasa berapapun usia yang allah berikan. Sebagai contoh lihatlah biografi imam nawawi, beliau hanya di beri umur 45 th , tapi hasil karyanya melebihi umurnya, begitu banyak karya yang beliau hasilkan. (Tidak mungkin jika orang hebat lahir dari orang yang suka membuang waktunya tanpa bisa memanfaatkan dengan baik).

Tengah malam…

Coba kita lihat keseharian rosul mulai dari bangun tidur, Jam berapa rosul bangun tidur ?

Rosul bangun di waktu tengah malam (lihat pada ayat awal surat muzamil) dan kalau kita mau mengetahui cara menentukannya bisa dengan menghitung dari waktu masuk maghrib sampai masuk waktu subuh dan dibagi setengah.

Nabi dalam hadist yg sohih menerangkan bangun pagi yg paling terlambat yaitu adzan pertama kira-kira ukuran membaca 50 ayat sedang ( kurang lebih 10 menit).

Waktu itu digunakan Rosul untuk mendekatkan diri kepada allah dengan Qiyamulail atau mengerajakan sesuatu yang lain sampai adzan pertama, setelah itu Rosul tidur lagi sampai adzan yang kedua (Adzan subuh), Dan tidurnya rosul pun ada tatacaranya , yaitu miring ke kanan dengan kedua tangan sebagai bantalannya, salah satu manfaatnya untuk memudahkan kita bangun.

Fajar…

Lalu beliau melaksanakan sholat sunah dan sholat shubuh dan setiap sholat beliau selalu membiasakan untuk bersiwak karena keutamaannya.

Dan jika kita sadar bahwa keutamaan sholat sunah sebelum shubuh kita pasti tidak akan meninggalkannya, yaitu lebih utama dari dunia dan seisinya.

Rosul memerintahkan Untuk laki- laki sholatnya di masjid (kecuali ada udzur syari) , dan yang perempuan boleh di masjid dan boleh di rumah.

 

Knowledge :

Kita lihat bagaimana dulu seorang panglima perang menjadikan jamaah sholat shubuhnya sebagai tolak ukur kesiapan dari pasukannya. Panglima perang Solahudin Al Ayubi ketika ingin mengetahui kesiapan dari pasukannya beliau melihat dari jumlah jamaah sholat shubuhnya di masjid umawi di damaskus. Ketika masih sedikit maka artinya pasukan belum siap untuk berperang dan ketika banyak artinya siap untuk melawan pasukan salib.

 

 

Setelah sholat shubuh Rosul menetap di masjid sampai matahari terbit (kecuali ada aktifitas penting lainnya) , dan di dalam masjid beliau melakukan aktifitas, kadang beliau dzikir, kadang baca quran , kadang memberikan tausiyah.

Setelah matahari terbit (waktu syuruq) , maka kira-kira 15 menit setelahnya beliau melakukan sholat syuruq/isyroq.

Dan tahukah kita keutamaan dari ketika kita melaksanakan sholat shubuh di masjid berjamaah di lanjutkan iktikaf lalu sholat syuruq ?

Keutamaan ketika kita melaksanakan sholat shubuh di masjid berjamaah di lanjutkan iktikaf lalu sholat syuruq maka akan mendapatkan sempurna pahala haji dan umroh.

Setelah itu apa yang beliau ?

Beliau keluar masjid dan mendatangi rumah- rumah istri beliau. Beliau menemui semuanya satu persatu memberi senyuman terindah dan memberi salam juga menanyakan keadaan, kadang beliau duduk bercengkrama, kadang memberi sedikit nasihat dst.

Dhuha….

Setelah itu Rosul kembali ke masjid kira kira waktu dhuha, waktu ini merupakan waktu yang panjang yang biasa beliau gunakan untuk menyampaikan ilmunya. Dan itulah waktu belajar mengajar Rosulullah dan para Shahabatnya kira-kira sampai sebelum masuk waktu dhuhur. Sebelum dhuhur beliau istirahat lagi (disebut qoilulah) dan bangun ketika adzan sholat dhuhur.

Knowledge :

Di Amerika ada sebuah lembaga namanya NATIONAL SLEEP FOUNDATION. Lembaga ini menyarankan perusahaan untuk memberikan istirahat untuk karyawannya di waktu siang, dan mereka sampai menghitung dalam jumlah US$ berapa kerugian sebuah perusahaan yang tidak mengizinkan karyawannya istirahat di waktu siang. Dan otak kita pun kerjanya seperti grafik naik turun, ketika waktu siang grafiknya turun, dan ketika di paksakan pun hasilnya tidak maksimal.

 

 

 

 

 

 

Dhuhur….

Setelah sholat dhuhur Rosul kadang duduk membuat majelis kadang kadang tidak, kadang kadang juga dipakai untuk mengunjungi cucu-cucunya dan anak-anaknya. Kadang juga mengotrol pasar. Waktu ini kadang beliau gunakan untuk berbagi ilmu dan kadang bersosial.

Ashar….

Setelah sholat ashar Rosul tidak berlama lama di masjid , Beliau melakukan kegiatan sosial, besilaturahim dan menerima undangan pertemuan dari para shahabatnya jika ada yang mengundang.

Menjelang maghrib, beliau melakukan aktifitas seperti aktifitas di pagi hari, yaitu mengunjungi istri-istri beliau, beliau membuka hari dan menutup hari dengan kunjungan kepada istri-istri beliau, dengan begitu kerjaan rumah yang dikerjakan seorang istri, secapek apapun akan terbalaskan oleh perhatian dan kasih sayang dari seorang suami. Subhanallah….

Maghrib…

Setelah sholat maghrib, beliau habiskan waktu untuk beribadah kepada allah , tidak lagi melakukan kegiatan sosial.

Waktu ini biasa beliau habiskan di masjid sambil menunggu isya dengan melakukan aktifitas ruhani seperti tilawah, dzikir dst.

Isya….

Kapan rosul tidur untuk istirahat ?

Rosul tidur setelah isya dan rosul tidak suka begadang setelah isya kecuali ada urusan muslimin yang harus diselesaikan. Tubuh kita punya hak untuk di penuhi. Jadi kebiasaan rosul tidur dalam sehari 3 kali ( malam, sebelum subuh dan qoilulah).

Itulah kebiasaan aktifitas keseharian rosulullah dalam sehari semalam, Dan bagi kita yang ingin menjadikan hidup ini berkah maka alangkah baiknya kita melakukan sesuatu yang beliau lakukan, jika belum mampu minimal kita ada usaha untuk melakukannya.

Wallahu a’lam…

( Di kutip dari pengajian ust Budi Ashari Lc )