Kirim Tulisan
silahkan kirim tulisan anda, yang kira-kira pantas untuk ditampilkan di situs ini. tulisan yang anda kirimkan akan kami seleksi, sebelum kami pindahan ke kategori tulisan tertentu di situs ini. apabila tulisan berasal dari sumber yang lain, jangan lupa untuk mencantumkan link halamanya.
Komentar


Just INFO :
kepada yang mengirim tulisan tolong diperhatikan isi, maupun panjang tulisan. Jangan lupa sertakan SUMBER, apabila tulisan diambil dari sumber yang lain.
Syukron atas perhatianya.
Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (HR. Ahmad dan Thabrani)
Hayo siap-siap menyambut Ramadhan
Sebentar lagi masyarakat Jawa Barat akan menggelar perhelatan akbar yang dinanti-nanti setiap lima tahun sekali PILBUG JABAR namanya.
Sudah ada tiga pasangan calon yang suadah mendaftarkan diri ke KPUD JABAR diantaranya adalah
1. Danny Setiawan – Iwan Sulanjana (PUSDAIS)
2. Agum Gumelar – Nu’man Abdul Hakim (ANU atau AMAN ya? lupa lagi..)
3. Ahmad Heryawan – Dede Yusuf (HADE)
Ketiga pasangan calon di usung oleh koalisi-koalisi yang mempunyai kursi yang hampir sama banyak. Tapi itu bukanlah satu-satunya hal yang dapat menentukan menang tidaknya pasangan calon. Tetap saja rakyat Jawa Barat-lah yang akan menentukan siapa gubernur Jawa Barat periode selanjutnya. Oleh karena itu, pada sisi inilah ‘daerah’ yang paling rawan kecurangan. Adanya penggelembungan suara, manipulasi data, penghilangan suara, perusakan surat suara yang disebabkan surat suara sudah dicoblos terlebih dahulu, de el el.
Kita (sebagai mahasiswa sudah seharusnya berperan serta aktif dalam perhelatan ini. dari pandangan masyarakat, mahasiswa masih dianggap netral karena kebijakan pemerintah untuk tidak melibatkan lembaga pendidikan dalam politik praktis. Berdasarkan keterangan tersebut, ada beberapa peran yang bisa dilakukan oleh mahasiswa diantaranya:
1. Memberikan pencerdasan politik bagi masyarakat
2. Menyebarkan opini pilkada yang bersih bebas dari segala kecurangan
3. Berafiliasi dengan lembaga independen sebagai pengawas jalannya pilkada
Ingat “SATU DETIK, MENENTUKAN JAWA BARAT LIMA TAHUN”
So, be careful!!!!
assalamuaalaikum wr, wb
hanya ingin memberitahu :
18-08-2008 >>> akan terjadi bencana
bencana tsb di sebabkan oleh ulah manusia
wassallam
rancangan kerja kerja KAMMI POLBAN sudah dibuat. Bukan sekedar rancangan dunia, tetapi bagaimana rancangan ini akan mengantarkan kita bereuni kembali di Jannah-Nya.Amiin.
Ada begitu banyak tanggung jawab, tetapi terlalu sedikit yg mau mengembannya.
Ada bertumpuk-tumpuk masalah, tapi tak banyak yg mau menjadi solusinya.
Ada sangat banyak keruwetan, tapi yg mau mengurainya sangat terbatas
Kader KAMMI Polban, KEEP HAMASAH!!!!
Sang Murabbi
Merangkum hati yang terserak
Menggenggam yang terlepas
Meretas gagasan menjadi kenyataan
Menapak jejak tak tergoyahkan
Menatap dengan kesejukan
Menegur dalam cinta
Bersemangat namun syahdu
Diiring doa sunyi
Kami rindu
Haus dahaga tak terperi
Pada sosoknya
Sang murabbi yang dicintai
Masihkah ada?…
download thriller dalam format 3gp dan avi jg nasyid izzis:
http://menantisyahid.blogspot.com
Jazakallah akh Gun atas Infonya.
mudah2an hasil pilwalkot 10 agusts 2008 bs mwujudkan kota bandung yang lebih brsih,sejuk,nyaman, ngak macet,ngk ada lagi para pengemis jalanan,lebih aman,..lebih mensejahterakan masyarakat.amin….
realita hari ni sangat berbeda, btuh energi lebih untuk memaksimalkan peran dakwah ni, tantangannya semakin berat.
hal ini kan memberikan tingkatan lebih untuk kwalitas iman kita.
sahabatku yang dicintai Allah yakinlah dengan tantangan perjuangan ni smoga allah membalas smua langkah kaki ni yang snantiasa menuntun kebajikan kpada sluruh manusia.
Kemerdekaan, Hak Segala Bangsa
“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.”
Itulah potongan dari pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Dapat dibaca dengan jelas bahwa memang kemerdekaan setiap bangsa adalh sebuah keharusan bagi setiap dan segala bangsa di dunia ini. Oleh karenanya apapun segala bentuk penjajahan yang terjadi di belahan bumi manapun tidak boleh dibiarkan meraja rela. Tidak boleh dengan leluasa meluas di sela-sela kehidupan.
Setiap penjajahan apapun ragam dan jenisnya merupakan sebuah tindakan yang sangat tidak memanusiakan manusia. Yang ada hanyalah sebuah penndasan, penghindaan, dan tindakan mengoyak sisi kemanusiaan dan keadilan dalam kehidupan. Penjajahan adalah pemerdayaan bukan pemberdayaan.
Selayaknya semua bangsa paham akan perihal penjajahan itu. Dan pasti segala bangsa tidak ada yang suka apabila dijajah, dikekang, dirampas kemerdekaanya oleh bangsa lain atau apapun. Maka demikian betapa munafiknya, betapa kejamnya sebuah bangsa yang di jaman yang merdeka ini masih melakukan penjajahan di atas bangsa lain demi kejayaan sendiri.
Sungguh, bukankah manusia itu diberi perasaan untuk dapat saling menyayangi di antara semua? Perasaan yang dapat diekspresikan dalam bentuk memanusiakan manusia dan selalu menjunjung tinggi keadilan. Lalu apa sebutan yang pantas bagi manusia penjajah? Manusia yang sudah pati rasa, manusia yang mengoyak manusia lain. Ya, sebut saja manusia yang tak berperasaan. Atau kanibal, manusia yang memakan manusia lain. Atau Pembunuh. Atau Penjahat. Atau memang mereka sudah tidak bisa dikatakan sebagai manusia lagi?
Mungkin memang seperti itu. Berat rasanya mengatakan mereka (penjajah) dengan sebutan manusia. Karena sungguh mereka telah mengoyak harga diri,kehormatan, harkat, dan martabat manusia. Saudaraku semua, masihkah pantas mereka para penjajah manusia disebut dengan manusia? Lalu bukankah semua bangsa, semua negara sudah mengamini bahwa kemerdekaan aitu adalh hak segala bangsa?
Tapi mengapa di Palestina, Afganistan masih terdapat penindasan, pembantaian, pemerkosaan manusia atas manusia lain? Bukankah seharusnya mereka hidup tenang di tanah bangsa mereka? Menjalani hidup dengan penuh kasih sayang? Saudaraku, berdoalah untuk mereka agar mereka dapat meeeraih kemerdeaan yang sedang dikoyak oleh penjajah.`