Oleh : Ferry Aldina
Ketua Departemen Pengembangan Masyarakat KAMMI POLBAN 2011-2012
Bismillah,,, Tulisan ini hanya dibuat untuk teman-teman yang memang peduli terhadap kondisi generasi penerus bangsa ini, kondisi dimana hanya satu masalah yang masih belum saja terselesaikan permasalahan bangsa ini. Ya, memang KRISIS AKHLAK itu menjadi sumber utama dari segala sumber permasalahan bangsa ini. Tapi maukah kita hanya menjadi “penerus estafeta krisis akhlak”?? Naudzubillah.. Padahal Allah sudah memperingatkan dengan firman-Nya..
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
Sangat dijamin kalau bangsa ini tidak akan maju jika permasalahan krisis akhlak itu tidak bisa diselesaikan. SO Pertanyaan besarnya adalah how to solve it?? bagaimana cara kita untuk menyelesaikan permasalahan tersebut..
Salah satu cara kita –mahasiswa- agar bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa adalah mendidik generasi-generasi muda dibawah kita untuk disiapkan agar menjadi generasi yang jauh, jauh, dan jauh dari krisis akhlak.
KAMMI POLBAN dengan program Ngajar Ngajinya memfasilitasi semua kader KAMMI POLBAN dan mahasiswa POLBAN secara umumnya untuk bisa sedikitnya memberikan sesuatu perubahan menuju yang lebih baik. Ini hanya tulisan dan sekedar tulisan tetapi semoga tulisan ini bisa dibaca oleh semua orang yang seyogyanya bisa menerima hasil pengalaman dari penulis.
Bulan Agustus 2009, Ya Insyaallah tidak akan dilupakan ketika sharing dengan pengajar ngaji yang sudah lama menetap di Ciwaruga. “Dulu masjid ini sering rame, hampir 40 orang yang selalu datang ke masjid, bahkan MAIN BOLA di masjid pun sering terjadi! ASTAGFIRULLAH” keluhan pengajar dulu.. Tapi Alhamdulillah seiring dengan berjalannya waktu, masjid itu pun sudah aktif kembali dengan pengajian ibu-ibu dan anak-anaknya meskipun masiiiiih banyaaaakk sekali yang harus diperbaiki. Tidak tahu kebetulan atau apa tetapi hanya sebuah takdir ketika PERMATA (Persatuan Mahasiswa Tasikmalaya) yang menjadi penggagas untuk kembali lagi memulai aktifitas ngajar ngaji yang sudah lama tidak terdengar lagi. Dan menjadi sebuah kebetulan juga ketika mahasiswa yang berhimpun di PERMATA itu merupakan anak KAMMI juga. Bukan berarti arogansi ataupun fanatisme yang berlebihan tapi ini justru menjadi tanggung jawab anak KAMMI khususnya yang menjadi pemegang amanah pertama untuk memperbaiki masalah akhlak ini dengan mengajar ngaji di Desa Binaannya, Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Kalaulah bisa menjalin kerja sama dengan organisasi internal lain yang berada di POLBAN, sangat lah mungkin generasi muda ke depan menjadi generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan menjadi generasi yang membawa bangsa ini lebih diperhitungkan dimata dunia!! karena krisis akhlak ini sudah mulai bisa terkikis habis.. Allahuakbar!!!!!!
Bulan Maret 2010, Tepat menjadi titik tolak kebangkitan syi’ar islam di daerah Ciwaruga. Acara-acara keagamaan sudah bisa mulai dirasakan masyarakat, acara Isra Mi’raj, Pesantren kilat, Festival Santri, Rihlah (Tadabbur Alam), Tahun Baru HIjriah, dan lain sebagainya sudah mulai bisa dilaksanakan. Ini semua berkat Allah yang selalu memberikan kader-kader terbaiknya untuk umat ini (khususnya di Ciwaruga) sehingga kemasifan agenda dan keefektifan syi’ar islam sudah mulai terasa.
SEMUANYA BERAWAL DARI NGAJAR NGAJI, ya memang tidak dapat dipungkiri ketika perubahan bangsa ini dibekali dengan pedoman yang amat luhur yakni Al-Quran. Al-Quran mengajarkan untuk terus bersikap akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari dan itu diaplikasikan kepada kedua orang tua, teman-teman, dan kepada orang lain…
“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” HR Bukhari
“Orang yang pandai membaca Al-Qur`an, dia bersama para malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaq ‘Alaih)
Jangan sekali-kali meremehkan pengajar ngaji,
Jangan sekali-kali meremehkan pengajar ngaji,
Jangan sekali-kali meremehkan pengajar ngaji.
Dan yang paling penting itu janganlah takut untuk memulai dalam mengajarkan al quran kepada mereka yang membutuhkan. Boleh jadi ilmu yang kita anggap kecil dan tidak berarti apa-apa Justru menjadi sesuatu yang berharga dan sangat bermanfaat untuk mereka. So, hilangkan dari pikiran kalian yang merasa belum pantas, merasa belum cocok untuk menjadi pengajar. Itu merupakan bisikan-bisikan yang mengganggu kepada kita untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Satu kata saja.. MULAILAH KAWAN!! HAMASAH…
Bulan Desember 2011. Terasa berat untuk meninggalkan aktifitas ngajar ngaji dan memang alangkah baiknya kita tidak meninggalkan aktifitas ngajar ngaji tersebut. Dari tahun ke tahun, kita merintis dan mengembangkan ngajar ngaji ini. Apakah kita mau menjadi orang yang dzolim dengan meninggalkan mereka (anak-anak pengajian) yang memang SELALU membutuhkan kita?? Tentu pastinya TIDAK dan janganlah kita tergolong orang yang dzolim.
Ketika melihat kenikmatan Allah yang patut disyukuri adalah ketika generasi-generasi penerus pengajar itu “meluber” sangat banyak sekali di tahun ini. Ini momentum yang sangat tepat untuk terus mengembangkan aktifitas syi’ar islam di Desa Binaan yang tujuan utamanya yaitu untuk menciptakan masyarakat yang bernuansa islami. Allahuakbar..
Bagi yang sudah pengalaman mengajar, hal yang harus menjadi tuntutan kita adalah terus membimbing generasi penerusnya dan selalu menjadi pembuat ide-ide brilliant yang selalu menghasilkan karya yang besar dan bermanfaat. HAMASAH!
Karena memang motivasi internal itu sangatlah kuat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi umat ini. Apa itu motivasi internal?? Motivasi internal merupakan keikhlasan diri yang menjadi penopang kelelahan dan kemalasan kita. Ketika keikhlasan itu sudah tertanam dan tertancap kokoh di dalam jiwa kita maka rintangan apapun yang akan menghadang kita nantinya maka akan menjadi kerikil-kerikil saja yang mudah untuk dilewati…
Akhir kata, ini merupakan amanat kita bersama dan Keikhlasan kita adalah kunci keberhasilan syi’ar islam dan sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan-amalan kita… karena BAHKAN
“Dan orang-orang yang menjaga dengan baik terhadap amanat dan janjinya” QS 23 : 8
“Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” QS 23:112.
“Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.” 23:103.



