Oleh: Muhammad Majid Badaruddin
Ciwaruga, 27 Nopember 2011 M/1 Muharram 1433 H. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) komisariat Umar bin Khaththab (POLBAN), sukses mengadakan tiga agenda dalam perayaan tahun baru 1433 Hijriah; Pengajian bersama dengan masyarakat Desa Ciwaruga pada malam Ahad, 26 Nopember 2011,dan keesokkan paginya Kerja Bakti dengan seluruh lapisan masyarakat Desa Ciwaruga dan Pawai Obor di malam harinya.
Departemen Pengembangan Masyarakat yang berada di bawah komando Akh Fery Aldina selaku ketua departemen, membentuk kepanitiaan utama dalam penyelenggaraan agenda akbar ini, dengan Akh Fauzi sebagai Ketua pelaksana dan dibantu oleh anggota KAMMI lainnya.
Pada pengajian malam Ahad yang bertempat di masjid At-Taufik, bertemakan “Keutamaan bulan Muharram”. Pengajian ini dipadati warga yang terlihat antusias menyambut tahun baru Hijriah, terutama para santri yang juga merupakan santri TPA KAMMI di masjid At-Taufik. “Luar biasa, ane baru tahu akhi, begitu banyak kisah-kisah pada zaman Nabi dahulu, dimulai Nabi Adam ‘Alaihis Salaam sampai Rasulullaah Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallaam yang terjadi pada bulan Muharram.” Kata Akh Fauzi pada sahabat yang berada di sampingnya.
Lalu, keesokkan paginya, KAMMI memasuki agenda selanjutnya yaitu kerja bakti. Kerja bakti yang melibatkan masyarakat dan santri-santri dari empat DKM yang berada di Desa Ciwaruga (Al-Hikmah I, Al-Ikhlas, At-Taufik, Al-Hikmah II, dan Al-Fattah). Santri-santri yang mengikuti kerja bakti berjumlah 23 orang, mereka kerja bakti dengan cara mengelilingi Desa Ciwaruga lalu memunguti sampah-sampah yang berserakkan di jalanan sambil membawa Trash Bag. Sedangkan masyarakat lainnya kerja bakti dengan cara membuat saluran air yang menjadi satu solusi dari permasalahan jika turun hujan deras. Entah berapa orang yang terlibat dalam pembuatan saluran air ini, terlalu banyak dan terlihat begitu semangat masyarakat bergotong –royong dan saling bekerja sama. Juga banyak anggota KAMMI ikhwan pun yang turut serta dalam pembuatan saluran air.
Tidak kalah seru, malam harinya KAMMI berhasil mengumpulkan santri sekitar 150 orang untuk mengikuti pawai obor, sungguh luar dugaan, perkiraan awal panitia, santri yang akan ikut meramaikan acara ini hanya berjumlah 70 orang, tapi Subhanallaah, Alllah memberi lebih dari itu. Setelah melakukan sholat Isya, seluruh santri dikumpulkan dan dibariskan rapi oleh seluruh panitia di lapang upacara SD 1 Ciwaruga. Sebelum berangkat, seluruh peserta pawai obor membaca doa terlebih dahulu yang dipimpin oleh Akh Dede Rahmat…
Perjalanan pun di mulai, dengan membawa spanduk yang bertuliskan “Selamat Tahun Baru 1433 Hijriah”, sekitar 40 obor yang menyala membara dan teriakkan shalawat, telah memecah keheningan dan menghangatkan Desa Ciwaruga. Terlihat begitu indah, barisan kokoh, penerus generasi islam selanjutnya yang begitu ceria dan menampakkan wajah cerah mereka. Perjalanan berjarak sekitar 1 km saja, tetapi baru saja mencapai halu-halu tuk menuju garis finish, Allah Subhaanahuu Wata’alaa menurunkan barokah yang indah deras. Meski pawai obor baru setengah perjalanan dihentikan, karena hujan turun, tapi tak menyurutkan semangat para peserta pawai obor. Seluruh peserta beserta panitia berteduh, sembari mengantarkan satu persatu para santri pulang dengan payung yang tersedia, karena dikhawatirkan para orang tua santri mencemaskan putra-putrinya karena cuaca yang kurang begitu bersahabat. Setelah seluruh santri diantarkan ke rumah masing-masing, akhirnya seluruh panitia pun berkumpul di masjid At-taufik untuk beristirahat dan menyantap makanan yang telah sediakan.
“Ada sebuah kekuatan yang luar biasa pada agenda kali ini, terhitung H -1 kami menyiapkan segalanya, tetapi dapat terbilang sukses!” Ujar Akh Fery di sela-sela istirahat agenda tersebut.
Alhamdulillaah, sekarang kita telah memasuki tahun baru, ber-muhasabah-lah. Apa yang telah kita lakukan di tahun kemarin, bulan kemarin, dan waktu-waktu yang telah lalu. Muharram adalah salah satu bulan yang begitu mulia diantara bulan-bulan islam lainnya. Semoga kita menjadi manusia yang dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya. Barakumullaahu fii syahr…



sUBhanallah..
kekuatan Ukhuwah adalah jiwa yang selalu melekat pada aktivis KAMMI.lanjutkan perjuangan.
Ketika sudah ada niat untuk kebaikan niscaya Allah selalu memberikan jalan… IMAN dan UKHUWAH tidak hanya melekat pada saat Dauroh Marhalah tapi setiap Marhalah Dakwah yang dihadapi menjadi kekuatan bagi kita, setiap diri yang sudah ada kewajiban menjadi seorang da’i.
Wallahu’alam
Good Job Brother!!!
LANJUTKAN Akh Majid menulisnya!!!!
HAMASAH!!
bagus!
Lanjutkan,, hammaasah!!