SELAMAT TINGGAL DAKWAH !

Posted: Oktober 16, 2011 in Artikel

Ditulis Oleh : Rizki Amelia

Departemen Kaderisasi

 

Buat apa berdakwah jika hanya kepada “dia” kita memberi tausyiah ? Buat apa berdakwah jika hanya kepadanya kita mengingatkan untuk sholat tahajud ? Buat apa dakwah jika di hati kita hanya ada seorang mad’u ? buat apa dakwah jika hanya seorang yang membutuhkan kita? so, jika saat ini kita terserang virus merah jambu, tidur saja di kamar. Bayangkan wajahnya ! buat puisi sebanyak-banyaknya tentang dia ! persetan dengan rekruitmen kader yang meminta waktu dan tenaga ! mending pikirkan saja si dia. Penuhi kebutuhannya ! dan selamat ! kamu akan sukses menjadi manusia yang egois !

Jangan pernah berkata dunia membutuhkan saya ! jika kenyataannya, kita hanya memikirkan dia. Jangan pernah memikirkan ummat, jika dalam benak kita hanya berisi pertanyaan : apa makanan kesukaannya ? siapa teman terdekatnya ? berapa ukuran sepatunya ? apa hobinya ? lewat mana dia berangkat kuliah ? bahkan mencoba menghafalkan jadwal kuliahnya !

Demikianlah dahsyatnya virus merah jambu jika sudah menyerang kita. Kita tidak akan sempat memikirkan orang lain, karena dalam hati kita hanya ada seseorang. Kita akan tenggelam dalam lamunan demi lamunan yang membius seluruh aktivitas kita. Dan jika virus ini sudah sangat parah, kita pasti ‘pingsan’ dibuatnya.

Untuk kamu para aktivis dakwah simaklah kata-kata mutiara di bawah ini (lupa dari mana sumbernya)

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad diinik…

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad da’watik…

Love is a give (cinta adalah berkah)…

Bahkan salah seorang ikhwan mengatakan :

Love is the essence of life (cinta adalah inti sari kehidupan)

Cinta Allah yang membuat bumi ada

Cinta Allah yang membuat sang surya bersinar

Cinta antar manusia yang mambuat hidup tenteram dan nyaman…

Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…

Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…

Mirip seperti itulah menjadi seorang da’i…

Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi dakwah…

Dia selalu memberi untuk islam, tanpa mengharap menerima untuk setiap kerja dakwahnya…

Itulah ikhlas …

Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah…

Siap mengeluarkan utang untuk dakwah…

Siap mengeluarkan tenaga untuk dakwah…

Bahwa hubungan ikhwan aktivis dakwah adalah seperti saudara…

Cukup sampai disana…

Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatullah akibat adanya intensitas,

Tidak akan melabihi taraf simpati antar kader

Kecuali Allah menakdirkan kesempatan padanya untuk menyelesaikan setengah agamanya…

Jika Allah telah menentukan jodoh untuk kita, bahkan sebelum kita lahir,

Mengapa kita takut menjadi perawan tua dan jejaka jomblo…?

Masih panjang langkah dakwah kita

Masih begitu banyak lahan dakwah yang belum kita jamah…

Ada satu hal yang akan datang dengan sendirinya pada kamu, yaitu jodoh…

Sehingga jangan sampai hal ini membuat kita ragu akan janji Allah pada kita…

Jangan sampai dakwah kita berpenyakit hanya karena masalah ini…

Sangat cengeng dan kekanak-kanakan,

Bila sampai ada aktivis dakwah yang terjangkiti hal ini (VMJ: Virus Merah Jambu)

Da’wah adalah sesuatu yang suci….

Qod aflaha man zakkaha (beruntunglah bagi yang memersihkan diri)

Wa qod khoba man dassaha (dan celakalah bagi orang yang mengotori dirinya)

Sehingga orang yang berhak dan akan bertahan dalam jalan ini,

Adalah orang-orang yang niat ikhlas membersihkan dirinya…

Dan ikut tabiyah dengan keikhlasan,

Bukan karena ingin menikah dengan akhwat A atau B

Dia beraksi dan berdemontrasi untuk menyuarakan yang hak di depan penguasa yang dzolim

Bukan ingin ketenaran…

Dia berdakwah ingin menuju jannahNya ,

Bukan ingin mendapatkan jabatan, fans atau lainnya …

Ingat ikhwan wa akhwat fillah,

Seperti disampaikan Ust. Amirudin :

Untuk ikhwan…

Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini,

Bidadari telah menuggumu di surga nanti…

Untuk akhwat…

Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini ,

Kamu lebih baik dari bidadari yang terbaik yang ada di surga

Kebenaran hakiki hanya milik Allah…

Dan di yaumul qiiyamah kelak akan ditentukan

Kebenaran akan hal-hal yang kita perdebatkan…

saat membaca kembali file2 yg ada, rasanya ingin mengangkat notes ini lagi. lupa sumbernya dari mana,tapi semoga bermanfaat.

Komentar
  1. Marwa Tetap Semangat mengatakan:

    subhanallah mantapzzzzzzzz………..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s