Islamedia – Meski belum ada penelitian ilmiah yang menerangkan, namun kenyataan lapangan telah banyak membuktikan, yaitu mereka yang semasa kuliah adalah aktivis kampus menjadi pemimpin atau orang sukses di saat mereka berada di dunia kerja.
Lihat saja pejabat-pejabat di tingkat pusat maupun daerah, umumnya mereka mempunyai latar belakang dulunya adalah aktivis kampus. Mereka aktif di berbagai kegiatan kampus, baik saat di bangku SLTP, SLTA maupun semasa kuliah. Begitu juga sejumlah pengusaha sukses di tingkat nasional atau regional, kebanyakan mereka memiliki latar belakang aktivis kampus.
Banyak contoh teman yang semasa kuliah atau bahkan semasa SMA yang dulunya aktif dan rajin berorganisasi, saat ini menjadi orang sukses, baik sebagai pengusaha atau pejabat.
Begitu juga sejumlah pejabat atau rekan-rekan di DPR dulu, kalau ditinjau latar belakang mereka, ternyata umumnya mereka adalah aktivis kampus.
Lalu, kenapa para aktivis tersebut berhasil jadi pemenang dalam persaingan meniti karir? Yang pasti ada tiga hal yang mereka miliki sebagai modal untuk meniti karir. Pertama karena terbiasa berdiskusi, berceramah, dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan mereka menjadi terbiasa berbicara, campin menyampaikan gagasan di depan umum. Kedua, mereka memiliki kemampuan mengorganisir tim kerja atau memenej pekerjaan. Kemampuan ini ternyata tak semua orang memilikinya.
Ketiga, karena di organisasi tak ada gaji, mereka bekerja secara ikhlas, tanpa pamrih. Bagi mereka, imbalan adalah soal kedua, yang penting kerja yang dilakukan banyak manfaatnya bagi orang lain atau kepentingan bersama. Imbalan akan datang menyusul. Bahkan kadangkala mereka berpikiran kepuasan batin adalah imbalan yang tak ternilai harganya. Mereka tak bertanya dulu apa yang bisa mereka peroleh, tapi bertanya apa yang bisa mereka lakukan dan berikan untuk orang lain.
Faktor ketiga inilah yang membuat mereka memiliki karakter sebagai pekerja yang ulet, pantang menyerah dan selalu mengejar pretasi terlebih dahulu. Mereka yakin, imbalan adalah urusan belakangan. Man jadda wa jadda, siapa yang mau bersungguh-sungguh pasti berhasil. Allah adalah pembuka pintu rezki yang maha kaya, Allah yang menjamin rezeki mereka.
Ketiga faktor itulah yang membuat mereka menjadi orang sukses. Mereka memiliki etos kerja tinggi serta selalu memperlihatkan prestasi kerja yang cemerlang.
Tidak hanya itu, karena ia berbuat secara ikhlas, maka tentu saja Allah juga senang dengan mereka. Allah lalu membukakan pintu rezki bagi mereka. Seperti janji Allah, Allah akan membukakan pintu rezki dan memudahkan jalan bagi mereka. Jadi, tak heran kalau di kemudian hari mereka menjadi orang sukses.
Tapi bukan pula berarti akif di berbagai organisasi menjadi alasan bagi mahasiswa atau pelajar untuk mendapat nilai rendah.
Selamat berjuang dan bekerja para aktivis. Bangsa dan negara ini menunggu kreativitas dan uluran tangan Anda.
Oleh Irwan Prayitno
Gubernur Sumatera Barat

