Untuk Palestina
Hampir satu minggu agresi biadab yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Agresi yang paling parah selama 60 tahun terakhir. Lebih dari 350 jiwa Palestina telah berguguran akibat serangan sporadis Israel.
Ke mana suara Amerika Serikat yang selama ini menganggap dirinya polisi dunia? Ke mana para aktivis HAM yang selalu berbicara tentang kebebasan? Ke mana para pemimpin negara Arab yang sesungguhnya sangat bertangung jawab atas kemalangan yang menimpa negara tetangganya? PBB diam, begitu juga dengan OKI yang sibuk dengan kebisuannya, tanpa memiliki tindakan yang nyata.
Akhir tahun Masehi yang begitu malang, ketika jutaan manusia di seluruh pelosok dunia sibuk dengan hiruk pikuknya perayaan pergantian tahun. Maka manusia di Palestina sibuk meregang nyawa akibat serangan yang bertubi-tubi dari Israel Laknatullah.
Berangkat dari itu semua maka dari ini kami serukan untuk:
1. Ulurkan bantuan untuk saudara kita di Palestina.
2. Boikot setiap produk-produk Israel.
3. Pemerintah SBY-JK harus mengambil tindakan yang sangat tegas terhadap penyerangan yang dilakuakan Israel, minimal dengan keluar dari PBB dan OKI apabila keberadaan Indonesia di forum itu hanya memandulkan peran-peran politik bebas aktif Indonesia.
Jalan-Jalan
27 Desember 2008, penulis dengan salah seorang pejuang jalanan yang lain berkesempatan untuk mengikuti pengajian Sabtu yang diadakan oleh PP Pemuda PERSIS Bandung di Masjid Pajagalan, Kota Bandung. Banyak sesuatu di sana. Terutama cinta. Cinta sesama muslim.
Ada tiga pembicara yang mengisi pengajian Sabtu ini yaitu Ustadz Adian Husaini, Kang Latif Awaluddin dan Ustadz Tiar Anwar. Tema kajian kali ini adalah Refleksi Perjuangan M. Natsir.
Masing-masing pembicara memiliki sudut pandang yang sama dalam memandang M. Natsir sebagai seorang tokoh yang memiliki banyak sisi positif baik untuk bangsanya maupun untuk peradaban agamanya. Tanpa bermaksud mengkultuskan beliau, dan juga tidak mengesampingkan peran-peran shalafush shalih dahulunya. Kajian ini bertujuan untuk membangkitkan kembali ghirah para pejuang-pejuang baik tua maupun muda untuk skala bangsa ini.
Penulis mengutip pendapat masing-masing pembicara. Pertama Ustadz Adhian Husaini, beliau me-list beberapa poin penting dari keteladanan seorang M. Natsir. Pertama, Beliau adalah seorang yang haus akan ilmu, selanjutnya beliau seorang yang ikhlas beramal, lalu beliau adalah seorang yang memiliki kepekaan Da’wah yang tinggi. Terakhir, beliau seorang cerminan pemuda yang tangguh kala mudanya dengan bukti beliau seorang aktivis pergerakan menentang penjajahan kala itu.
Ustadz Adhian juga menyampaikan pesan kepada pemuda yang ada supaya mengikuti jejak teladan yang ditinggalkan oleh M. Natsir. Selanjutnya dari Kang Latif Awaludin, dari beliau penulis mendapatkan beberapa poin penting yang dapat kita ketahui tentang seorang M. Natsir. Sebagai berikut, pertama, meluruskan hubungan Islam dan negara, kedua, mengritik nasionalisme sekuler, ketiga, mengawal demokrasi, keempat, memperhatikan HAM, kelima, memperkuat brevolusi Indonesia, keenam, konseptor NKRI, ketujuh, memperjuangkan Islam sebagai dasar negara, kedelapan Islamisasi Pancasila, kesembilan, melawan pengaruh komunisme, kesepuluh, menolak pemerintahan yang otoriter (Soeharto dan Soekarno), kesebelas, menyoroti kebebasan beragama dan Kristenisasi. Terakhir beliau konsen untuk mendayagunkan da’wah dan politik.
Selanjutnya, Ustadz Tiar Anwar meskipun kesempatan yang diberikan kepada beliau relatif sedikit. Beliau mengangkat tentang cara-cara seorang M. Natsir untuk memenangkan pendidikan yaitu dengan menanamkan pemahaman tauhid yang bersandarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Banyak hal-hal luar biasa lainnya yang dimiliki oleh M. Natsir yang mungkin tidak tersampaikan di forum ini. Meskipun terlepas dari sisi humanis yang kadang memang akibat dampak dari beliau sebagai seorang manusia biasa. Seorang M. Natsir adalah salah satu prototype yang setidaknya bisa dijadikan pribadi yang layak dijadikan rujukan dengan nilai-nilai moralnya yang mungkin tidak ditemui di tokoh-tokoh nasional lainnya.
Semoga kekeringan teladan dari bangsa ini mulai bangkit dari pribadi M. Natsir yang insya Allah ke depannya, bangsa kita tak malu lagi merujuk kepada Rasulullah saw, Abu Bakar ra, Umar bin Khatthab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib dan tokoh-tokoh luar biasa lainnya yang lahir dari peradaban Islam.
Wallahu’alam.
Teroris
Dalam beberapa waktu ke belakang dan beberapa waktu ke depan aparat keamanan kita TNI ataupun Polri lagi ngerjain pesanan asing nih. Apa itu? Isu-isu teror kembali di angkat. Di mana-mana di lakukan simulasi anti teror.
Tentunya kita akan bertanya-tanya? Kenapa baru di akhir tahun agenda ini dilakukan? Seakan-akan ada maksud tertentu dari semua ini. Silahkan kepada para pengunjung untuk menyampaikan opininya.