Aksi 19/07
Dari masjid al-Islam, menyusuri jalan Soekarno Hatta yang membelah kota Bandung menjadi dua menuju KPUD Kota Bandung. Seperti biasa, peluh adalah bagian dari perjuangan KAMMI, dan turun ke jalan adalah keinginan yang tinggi untuk merajut ulang kecarut marutan kota Bandung.
19/07, KPUD adalah target perjuangan KAMMI kala itu. KPUD kota Bandung sebagai penyelenggara PILKADA kota Bandung (PILWALKOT) di tuntut untuk memaksimalkan perannya sebagai institusi yang sangat bertanggungjawab atas kekondusifan pelaksanaan hura-hura demokrasi di kota Bandung, seperti:Netralitas, pemaksimalan sosialisasi PILKADA serta ketegasan terhadap para calon yang telah melanggar peraturan yang telah ada.
Ada beberapa hal yang menarik ketika itu, seperti beragam acara hura-hura digelar mulai dari keroncongan sampai dangdutan ucing garong, sungguh inilah salah satu gambaran ironi dari bangsa ini, ketika saudara-saudara mereka yang lain sibuk banting tulang untuk sesuap nasi, mereka (Cawalkot dan pengusungnya) yang menghadiri acara hura-hura itu terhanyut dengan pesta yang cuma berlangsung barang sejam atau dua jam itu.
Mudah-mudahan dalam pengharapan, ada perubahan yang luar biasa untuk kota Bandung. Dan dijadikan contoh oleh kota-kota lain. Bandung yang bebas sampah. Bandung yang tidak macet lagi. Bandung yang bebas maksiat. Bandung dalam citra positif lainnya. Semoga.