Seminggu terakhir, pascapelantikan Gubernur Jawa Barat terpilih (13 /6) yang secara tidak langsung turut menguak kembali kondisi pendidikan di Jawa Barat sendiri, dengan janji dan wacana-wacana yang telah dipaparkan untuk perubahan Jawa Barat kedepan yang lebih baik. Terutama masalah pendidikan yang memang sampai saat ini belum signifikan terasa perubahannya.
Pendidikan baik formal maupun informal adalah sarana untuk pewarisan kebudayaan. Setiap masyarakat mewariskan kebudayaannya kepada generasinya, agar tradisi kebudayaan tetap hidup dan berkembang. Sudah lama banyak masyarakat yang mempertanyakan pendidikan kita, tetapi mengapa hasilnya tidak memperkuat dan mengembangkan budaya sendiri? Mengapa bangsa kita mudah larut dalam pengaruh budaya yang datang dari luar? Mengapa budaya asli kita tidak dapat menahan banjir bandang globalisasi yang datang? Pendidikan kita selama ini menjadi sarana pewarisan dan pembenahan atau tidak sebenarnya? Pertanyaan-pertanyaan itu adalah salah satu koreksi untuk pemerintah kita saat ini.
Kondisi pendidikan ini merupakan tolak ukur dan harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah kita. Dengan menunjangnya SDM di bidang pendidikan kita adalah hal yang mungkin untuk mulai membangun kualitas manusia itu sendiri. Selain itu biaya pendidikan pun menjadi PR besar untuk pemerintah kita.
Pemerintah berkaitan dengan pendidikan Jawa Barat memang harus dipertanyakan atas program dan wacana yang diberikan. Seperti Kepala Bapeda Jabar, Deny Juanda dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (2/6) menegaskan Pemprov. Jabar mulai tahun 2008 akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa. Pada awal tahun penggulirannya beasiswa tersebut akan disalurkan kepada 1.000 orang mahasiswa. Alokasi dana untuk beasiswa kepada mahasiswa seluruhnya bersumber pada APBD tahun 2008. Beasiswa tersebut akan diberikan kepada mahasiswa yang belajar di Perguruan Tinggi di Jabar, baik PTN maupun PTS serta beasiswa tersebut juga akan diberikan kepada mahasiswa dari berbagai jenis bidang studi.
Di tahun 2009, jumlah penerima beasiswa, seiring dengan rencana alokasi anggaran pendidikan sebesar 20%, jumlah penerima beasiswa akan ditingkatkan. Langkah tersebut dimaksudkan untuk merealisasikan education all dengan prinsipnya fasilitasi bantuan pendidikan harus dilakukan mulai tahap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi.
Tindak lanjut pemerintah selanjutnya berkaitan dengan pendidikan di Jawa Barat adalah segera merealisasikan dan bekerja cerdas menghadapi permasalahan ini. Pendidikan memang bukan segalanya, tetapi segalanya berawal dari pendidikan. (Nur Istamaroh, Staf Dept. Kastra KAMMI Polban)
Juni 23, 2008
Ditulis oleh
KAMMI Polban |
Artikel |
|
No Comments Yet