KAMMI Umar Bin Khattab

Terus Bergerak! Tuntaskan Perubahan!!

Hukum Mati Koruptor

Para koruptor adalah para pengkhianat perjuangan bangsa, bagaimana tidak, mereka telah membuat bangsa ini kembali tertatih dan merintih lebih parah daripada zaman ketika kita dijajah oleh kolonial belanda selama 350 tahun. Semuanya telah sepakat dan sepaham bahwa korupsi telah merusak seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat di Indonesia. Kondisi ekonomi yang terpuruk, ketergantungan hidup terhadap dan kesejahteraan rakyat terhadap negara lain yang tak lain adalah  para pengusung neo-imperialisme yang baru. Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang no. 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menegaskan “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam keadaan tertentu Pidana Mati dapat dijatuhkan”. Sebagaimana bunyi pasal di atas, hal yang sangat pantas ditujukan kepada para koruptor adalah hukuman mati karena sebanding dengan kerusakan yang telah mereka hadirkan terhadap bangsa ini. Sudah saatnya isi pasal diatas dilaksanakan, agar hukum yang ada tidak hanya menjadi macan ompong. Kemashlahatan, Insya Allah dikaruniakan-Nya kepada bangsa ini jika kita berkomitmen terhadap apa yang telah disepakati.  

Januari 29, 2008 Ditulis oleh KAMMI Polban | Artikel | | & Komentar

Pengumuman Penempatan Magang AB 1 KAMMI Komisariat Polban

Kaderisasi

  1. Wilman Firmansyah
  2. Niswiyana Indi
  3. Syahri Ramdhani Fithri 
  4. Deri Agustiasari SP 

Kajian Strategis

  1. Taufik M.T Samudra
  2. Dion Mahatha Shiva
  3. Nurillah
  4. Nur Istamaroh 

 

Pengembangan Masyarakat

  1. M. Efendi
  2. Dynar Hermansyah
  3. Gina Goniah
  4. Ernawati

Januari 29, 2008 Ditulis oleh KAMMI Polban | Artikel | | 1 Komentar

Pernyataan Sikap

KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Teritorial IV memandang Pilkada/Pilgub Jawa Barat pada April 2008 nanti merupakan salah jalan untuk menuju Jawa Barat yang maju dan makmur. Kepada seluruh ummat Islam, KAMMI Teritotial IV sebagai organisasi masyarakat yang berbasis massa mahasiswa Islam menyampaikan beberapa kriteria pemimpin Jawa Barat yang akan memimpin dalam kurun waktu insya Allah lima tahun ke depan. Ada sebelas kriteria yang KAMMI Teritotial IV usung, sebagai berikut yaitu:

  • Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
  • Usia maksimal 45 tahun.
  • Bersih dari KKN.
  • Berkompetisi di bidang pemerintahan.
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Bukan antek orde baru
  • Komitmen terhadap agen reformasi
  • Visioner
  • Memiliki kemandirian finansial
  • Jenjang pendidikan minimal Strata 1
  • Menyepakati kontrak politik dengan Mahasiswa dan Masyarakat.

Januari 29, 2008 Ditulis oleh KAMMI Polban | Artikel | | 1 Komentar

Bidadari Surga

Syeikh Abdul Wahid bin Zaid mengisahkan, ketika kaum muslimin bersiap perang, ia meminta dibacakan sebuah ayat. Seorang lelaki membaca Surat at-Taubah ayat 111, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga kepada mereka.” Seorang anak, sekitar 15 tahun, yang mendapatkan harta warisan yang cukup besar dari ayahnya bertanya, “Wahai Abdul Wahid, benarkah?” “Benar, anak muda,” jawab Abdul Wahid. “Kalau begitu saksikan, diriku dan hartaku aku jual dengan surga.” Anak muda itu kemudian menyedekahkan semua hartanya bagi perjuangan, kecuali kuda dan pedangnya. Saat pemberangkatan pasukan, pemuda itu datang lebih awal. Dalam perjalanan, Abdul Wahid memperhatikan pemuda itu, di siang hari berpuasa dan malamnya beribadah. Dia rajin mengurus unta dan kuda pasukan, serta menjaga pasukan yang sedang tidur. Sesampai di Romawi dan pasukan sedang mengatur siasat, tiba-tiba ia berteriak, ”Aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah!” Abdul Wahid mendekatinya dan bertanya, ”Siapa Ainul Mardhiyah.”  ”Sewaktu aku sedang mengantuk, aku bermimpi, seseorang datang sambil berkata, ’Temuilah Ainul Mardhiyah.” Anak muda itu bercerita, ia bertemu dengan bidadari-bidadari cantik di taman indah, namun tak seorang pun yang bernama Ainul Mardhiyah. Ia terus berjalan, sampai seorang bidadari berteriak, ”Ainul Mardhiyah, suamimu datang!” Yang ia panggil adalah bidadari sangat cantik, duduk di atas sofa emas bertabur permata. ”Bersabarlah, kamu belum diizinkan. Ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu,” ujarnya. Tiba-tiba pasukan musuh menyerbu. Setelah itu, Abdul Wahid melihat pemuda itu meninggal dunia

Januari 29, 2008 Ditulis oleh KAMMI Polban | Artikel | | No Comments Yet