Upaya Nyata BEK

Fakta menyebutkan bahwa keuangan yang dikelola di dalam organisasi kemahasiswaan khususnya LDK yang bergerak dalam lembaga keislaman itu masih kurang teratur dan rapi. Kesiapan kegiatan ataupun program kerja yang banyak dicanangkan, tidak dibarengi oleh kesiapan finansial yang memadai. Semua berjalan tidak seimbang, sehingga pada akhirnya pengumpulan dana untuk menutupi kekurangan tersebut dicari ketika sudah masuk hari-hari darurat, dekat dengan hari pelaksanakan kegiatan. Tentunya hal tersebut bukan prinsip dari sebuah organisasi yang harusnya efektif dan efisien. Terlebih, hampir semua organisasi hanya mengandalkan kekuatan proposal untuk mendapatkan dana dari perusahaan-perusahaan yang terketuk hatinya untuk memebrikan dana.   Oleh karena itu, BEK KAMMI UBK(Badan Eksekutif Keuangan KAMMI UMAR BIN KHATTAB) membuat beberapa program khusus dan terencana untuk mengubah fakta negatif mengenai keuangan organisasi tersebut. P3EK, DHT, dan BUMK adalah tiga program kerja yang memiliki fungsi untuk meningkatkan pemasukan kas KAMMI UBK dalam menutupi beban finansial pelaksanaan semua program kerja.

P3EK (Pelatihan, Peningkatan, Pengembangan Ekonomi Keuangan) merupakan program kerja yang menempati urutan pertama. Semua usaha pasti membutuhkan pelatihan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Dengan adanya P3EK semua anggota KAMMI UBK diwajibkan untuk mengikuti pelatihan usaha untuk meningkatkan kemampuan wirausaha dari masing-masing anggota. Pemateri dan konten adalah hal terpenting yang harus dipertimbangakan dalam program ini. Ketika pemilihan pemateri dan kontennya tepat, maka peserta akan termotivasi untuk bergerak lebih maju, karena apa yang disampaikan oleh pemateri dapat di implementasikan oleh peserta itu sendiri. Contoh dari kegiatan P3EK ialah adanya seminar kewirausaan pada tanggal 1 juni 2014 yang mendatangkan pengusaha muda mandiri dan berprestasi sebagai pembicara. Pada akhir seminar ini, semua peserta dimasukan ke dalam beberapa kelompok yang berbeda, yang selanjutnya membuat sebuah usaha hasil dari pemikiran masing-masing dari kelompok itu sendiri. Ragam usaha, ragam strategi, dan ragam segmentasi adalah bebarapa hal yang dihasilkan oleh pelatihan ini.

Semua usaha tidak akan berjaan tanpa adanya pelaksanaan yang berkesinambungan. Oleh karena itu BEK meaksanakan satu kegiatan rutin dalam mendapatkan pemasukan dana. DHT (Danus Harian Terkoordinir)merupakan kegiatan yang dilaksanakan dari hari senin sampai jum’at oleh semua anggota KAMMI yang di koordinir oleh anggota BEK. Produk yang dijual ialah makanan yang diambil dari agen khusus, dengan harga yang lebih murah. Hal tersebut dilakukan, dikarenakan semua anggota masih berstatus sebagai mahasiswa. Jadi tidak akan ada waktu yang banyak untuk membuat produknya sendiri secara independent. Walaupun pemasukan yang didapat akan lebih tinggi. Mengambil makanan ringan dari klinik lapar merupakan contoh dari kegiatan ini. Setiap harinya KAMMI UBK dapat menjual setidaknya 12 dus yang berisi kue-kue sebanyak 30 buah per dusnya. Ini memang belum banyak, tetapi telah ada peningkatan pemasukan dari tahun –tahun sebelumnya karena ini.

Yang terakhir ialah BUMK (Badan Usaha Milik Kammi). Merupakan sebuah upaya nyata untuk membentuk badan usaha mandiri yang menghasilkan pemasukan dominan dari program lainnya. Dengan adanya BUMK , diharapkan semua program kerja, dan ketersediaan dana berjalan seimbang. Contoh dari program ini ialah mengikuti program wirausaha yang diwajibkan unuk membuat proposal usaha dalam pelaksanannya.

BEK sendiri telah mendaftarkan diri sebagai pesrta PMW (Program Mahasiswa Wirausha) yang diselenggarakan pada tahun 2014 ini. Dengan mengajukan tempat cuci helm sebagai usaha mandirinya, BEK berhasil mendapatkan dana untuk pelaksanaan usaha ini sebesar Rp 17.000.000. tentunya tidak mudah, butuh pemikiran keras, melewati beberapa tahapan. Sampai akhirnya proposal disetujui dan saat ini menunggu pencairan dana.

P3EK, DHT, dan BUMK tidak akan terlaksana secara nyata tanpa adanya , perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang terkoordiir dengan baik. Semua kegiatan tersebut pada akhirnya akan menunjang program kerja lain yang bertujuan untuk memaslahatkan umat. Bukan bererti dengan bergerak dibidang organisasi keislaman kita jadi idealis yang hanya memikirkan upaya untuk mengajak orang lain ke dalam kebaikan, tanpa berpikir keras tentang bagaimana upaya tersebut dapat terlaksana . karena setiap kegiatan tidak akan lepas dari yang namanya biaya.

SALAM WIRAUSAHA!. SEMANGAT KEBANGKITAN UMAT!.

Departemen Tag : Badan Eksekutif Keuangan
writer : Riska Sri W
editor : SMA

MUJAHIDAH TERBAIK

Ketika saya membaca buku “Mengapa Aku Mencintai KAMMI”, ada salah satu bagian cerita yang sangat menarik perhatian saya, cerita itu berjudul NO IKHWAN NO CRY.

Seperti apakah cerita para mujahidah itu, berikut penggalannya:

jika akhwat saat ini berkeluh kesah karena tak banyak yang membantu dan menemani, maka ceritakanlah padanya tentang KAMMI Daerah Madiun. Pengurus KAMDA tersebut semuanya 4 orang, dan hanya tersisa Akhwat.

Bermula dari sang ketua yang selesai kuliah dan harus pulang ke kampung halaman, menjadi guru, dilanjutkan kadep Kastratnya, yang harus kursus Bahasa Inggris di Kediri. Karena kuliah Inggrisnya mungkin belum cukup bagi dia menjadi guru. Terakhir, ketua baru musdalub mengikuti jejak keduanya, pulang kembali ke kampung halaman di Ngawi, menjadi guru.

Alhasil, pengurus yang tersisa—keempat akhwat itu—lah yang mengurus KAMMI Daerah, yang juga numpang di kontrakan para Akhwat.

Demikian sedikitkah? Tidak adakah kader ‘berkualitas’ yang tersedia mengurus KAMMI? ooh, jangan salah, seorang mantan PP KAMMI –Achmad Fauzi Ichsan__ adalah orang madiun. Tiga dari lima orang staf ahli Ketua Teritorial V, sekaligus mantan elit KAMMI Daerah Semarang – Harsono, Riyono, Suliana—adalah orang madiun pula. Beberapa elit KAMMI Daerah Purwokerto –Suliani dan Irfan__ pun orang Madiun. Bahkan juga Sugianto, ketua KAMMI daerah Kalimantan Tengah. Tapi ya itu, mereka adalah orang Madiun yang besar di daerah lain. Sehingga madiun, ya tetap saja kurang orang.

Salah seorang diantaranya sama sekali tidak pernah ikut KAMMI sewaktu kuliah di Malang.Tapi, sejak ia lulus dan pulang ke Madiun hingga sekarang, waktunya justru habis untuk KAMMI. padahal selama ia kuliah (ironisnya) justru tidak pernah ikut DM. Ia pula lah yang sekarang de facto menjadi mas’ul bagi KAMMI Daerah Madiun.

Ya mujahidah itulah yang mengurus semuanya. Mengurus mulai dari DM-1, DM-2, MK-1, MK-2, demonstrassi, bakti sosial, hingga kesekretariatan. Harus ia yang hadir saat Lokakarya Kaderisasi Teritorial V, juga saat Mukernas Surabaya, juga dipastikan, saat Loknas Kaderisasi di Banten, ia pulalah yang akan hadir.

Karena ia juga mengurus partai islam, maka ia harus berbagi dengan kebesaran hati. Karena di sana, mengurus KAMMI tidaklah cukup untuk disebut ‘telah berdakwah’. Maka ia menjadi benteng bagi KAMMI saat KAMMI ‘dipojokkan’ menjadi pelindung bagi kader-kader KAMMI saat mereka ‘disalahkan’. Sendirian memperjuangkan tarbiyah mereka agar diakui, sementara terkadang harus sembunyi-sembunyi ketika harus mendahulukan aktivitas KAMMI.

Sementara itu saya melihat seluruh keterbatasan itu, dan kemudian mengusulkan untuk membubarkan saja KAMMI daerah Madiun, ia berkata ‘TIDAK!’

“Pada merekalah saya merasa malu untuk mundur dan malu untuk udzur di KAMMI. kepada mereka MUJAHIDAH dari madiun”.

(imron Rosyadi)

Mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi penyemangat semuanya baik ikhwan ataupun akhwat. Tidak pantang menyerah, tidak mundur dari jalan dakwah ini, mereke melalui semuanya manis pahitnya perjuangan. Teringat akan perkataan hasan al-bana :

“andai perjuangan Dakwah itu mudah,pasti banyak yang menyertainya.

Andai perjuangan Dakwah ini singkat,pasti banyak yang istiqamah di atasnya.

Andai perjuangan Dakwah ini menjanjikan kemanisan dunia,pasti banyak yang tertarik padanya”.

“Tetapi hakikat Dakwah ini tidaklah begitu.Kadang turun naik,Sakit-sihat,pedih-nikmat,asam kecut,senang-susah,kenyang-lapar,satu hati-pecah hati,diterima-diusir,dipuji-dihina,ditendang-dijauhi.Maka andai terjatuh,bangkitlah kembali. Andai terluka dan sakit hati,bersabarlah,dan harapkanlah pahala yang berlipat ganda pada Allah SWT. Andai lemah,ingatlah gerbang syurga Firdaus menanti dan di saat perjumpaan dengan Allah SWT.Tahukah anda kenapa perjuangan Dakwah itu pahit? Kerana syurga itu sangat indah dan manis”.

-ABE

“Pilpres, Adu Gagasan Atau Adu Keburukan [?] ”

Belakangan ini, setidaknya hampir sebulan ini, pasca deklarasi pencalonan presiden 2014-2019 saya termasuk yang paling muak dengan pemberitaan di social media seputar pilpres.

Tunggu dulu! Bukan saya anti dengan pemilu atau bahkan anti demokrasi. Namun yang saya kurang setuju adalah isi dari pemberitaan di jejaring media itu yang berisi tak jauh dari hujatan dan fitnah.

Sejauh ini saya menilai bahwa kampanye pemilu dan social media adalah kombinasi sempurna untuk melahirkan permusuhan dunia maya yang tidak sehat. Mari kita lihat, kebanyakan dunia maya berisi orang-orang yang hanya mampu berargumen di depan dinding maya, dengan sumber pemikirannya sendiri atau apa yang ia dapat dari dunia maya pula, menggiring pada perasaan diri paling benar.

Terlalu banyak dugaan, dan ghibah yang dilontarkan media akhir-akhir ini. Sehingga terjadi distorsi terhadap esensi dari pilpres ini, di mana seharusnya yang ditampilkan adalah adu gagasan dan adu kebaikan, malah yang terjadi adalah sebaliknya. Kita lihat sekarang yang terjadi dengan pemberitaan di berbagai media,

“apa yang menjadi topik pilpres kali ini? Berita tentang Visi misi kah? Atau malah pemberitaan saling serang antar kubu?”

Terlalu banyak ‘borok’ calon pemimpin Indonesia yang dikupas dengan nada kebencian. Idealnya, para pendukung mengupas detail kandidat dalam bingkai membandingkan aspek yang berkaitan langsung dengan kepemimpinan Indonesia. bukan sesuatu yang belum teruji, belum terbukti, masih asumsi, bahkan bisa jadi hanya fitnah tak berdasar.

Sekarang sudah banyak terjadi kejanggalan, keanehan dalam pilpres ini. Sehingga banyak pendapat yang masuk kepada saya, bahwa siapapun nantinya yang akan terpilih menjadi presiden akan membawa beban psikologis yang luarbiasa karena borok yang sudah dikelupas pada masa pencalonan.

Harusnya perlu kita ingat bahwasannya negeri ini sedang memilih sosok MANUSIA untuk menjadi presiden. Yang kodratnya sebagai manusia ada sisi baik dan buruknya. Kita bukan sedang memilih sosok malaikat dengan kesempurnaannya untuk menjadi presiden.

Pada hari ini kita terlalu fokus terhadap keburukan yang mereka miliki, sehingga kita kurang menyoroti perbaikan apa yang mereka tawarkan untuk bangsa ini ke depan.

Saya teringat dengan perkataan saya ketika ditanya tentang track record saya pada masa pencalonan ketua umum PK KAMMI Polban ini.

“Saya bukanlah seorang pemimpin dengan sebaik-baik masalalu, jika anda mengharapkan sosok pemimpin dengan sebaik-baik masalalu maka itu bukanlah saya. Tetapi jika anda mengharapkan sosok pemimpin yang akan membawa kepada sebaik-baik masadepan, saya akan sangat mengupayakannya.”

 

-Dadan Ramdan

KAMMI sebagai Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa yang akan Datang

“KAMMI adalah bagian dari hidup saya, seperti halnya lautan yang tidak terlepas dari citra air, ikan dan sumber daya alamnya yang melimpah”.

KAMMI adalah sebuah wasilah Dakwah, Islam itu indah, Beruntung bagi orang-orang yang terjebak dalam jalan dakwah ini dan tidak mau keluar dari suasana di dalamnya. Semoga kita semua tetap di istiqomah kan dalam menegakan islam dan menjalani estafet dakwah Rasulallah ini. “fawats tsiqillahumma raabithotahaa”.

Aku Mengenal KAMMI

Pertemuan saya dengan KAMMI adalah Takdir yang berbeda. Disaat kader lain merasa terjebak dengan ajakan kakak tingkatnya, temen sekamarnya atau pun orang yang baru dikenalnya ( dan masih banyak lagi modus-modus perekrutan lainnya, ya memang seperti itu ciri khas mayoritas kader masuk kedalam organisasi ini) .

Saya adalah orang yang sudah mempunyai bekal ( tahu tentang KAMMI sebelumnya), kerena dulu sewaktu SMA pernah berinteraksi dengan kader KAMMI Daerah Cirebon dan secara emosional sudah terbina keakrabannya. Ketika menjadi mahasiswa baru saya bertemu kembali dengan kader KAMMI di POLBAN ini. Semua alur dan proses ini lah yang melatarbelakangi saya mencari tahu KAMMI lebih jauh. Hampir setiap hari, waktu – waktu menjenuhkan menjadi seorang mahasiswa baru (karena kesepian dan belum mempunyai teman baru), tiba-tiba saja muncul seorang kakak KAMMI yang senantiasa mememberi perhatian lebih, sehingga timbul kenyamanan dan chemistry lebih dengan kader KAMMI. Itu lah awal ketertarikan dan keterikatan saya dengan KAMMI. Walaupun belum aktif di kampus namun saya sering di ajak dalam agenda – agenda kemasyarakatan, seperti kegiatan ramadhan, ngajar ngaji dll.

Tidak lama kemudian saya pun diikutsertakan dalam sebuah dauroh (Dauroh Marhalah 1), pintu gerbang untuk masuk menjadi kader KAMMI, bertempat di Banjaran sekitar bulan September 2010. Saya adalah salah satu kader tertua di 2010 (masuk awal-awal maksudnya), temen saya lainnya adalah akh Risyad Nurdiana dan Susanto Firdauz. Materi yang disuguhkan luar biasa (masih belum ngeh awal-awal mah), berbicara tentang makna syahadatain (memang apa yang salah dengan syahadat saya? Masih bingung dengan materi pengantar tersebut yang pada waktu itu malam hari sekitar pukul 21.00 wib jauh dari suasana kota), materi-materi berikutnya berbicara tentang islam, tentang pemuda dan tentang KAMMI itu sendiri sebagai pemuda perubahan yang menjadi harapan dengan tawaran solusi atas berbagai problem yang terjadi di masyarakat. Ada 2 kegiatan yang membuat saya berkesan dalam dauroh ini, yang pertama adalah FGD (Forum Group Discussion). Saya akui bahwa peserta lain memiliki pemahaman islam jauh lebih baik dari pada saya. Hampir tiap sesuatu yang mereka katakan tentang permasalahan umat islam dan solusinya membuat saya terpana, saya hanya bisa menonton dan mendengarkan. Hanya bisa berucap dalam hati sangat LUAR BIASA!!! Orang-orang ini. Memang yang saya tahu mereka berasal dari berbagai kampus se-Bandung Raya (ITB, UIN, UNPAD, UNISBA, IT Telkom, UPI dll), angkatan mereka pun beragam dari  mulai angkatan 2007 sampai 2010. Angkatan 2007 diantaranya yang sekarang aktif di Kamda Bandung sebagai Kadep Kastra Akh Kiki (ternyata satu angkatan DM 1 nya dengan saya, haha).

Pengalaman berkesan kedua,  pada waktu malam hari sekitar pukul 03.00 semua peserta di kumpulkan, kami diberi muhasabah. Saya pun meneteskan air mata untuk kesekian kali nya (pertanda hati ini masih sensitif dengan ajakan kebaikan dan atas semua khilaf yang dilakukan selama ini). Paginya langsung ada kegiatan post to post, dari mulai post hafalan surat ash-shoff, post ukhuwah dan post jihad. Awalnya sih saya heran dengan kata – kata panitia yang menceritakan tentang saudara-saudara kita di palestina yang sedang terdzolimi oleh para yahudi, dan mengajak kepada kita untuk berjihad dengan harta, jiwa dan raga. Segala harta yang dipunya yang sekarang dibawa agar di infaqan untuk kepentingan umat ( dalam hati saya bergumam bagaimana saya bisa pulang kalau ongkos yang ada semuanya di infaqan, HP ini pun titipan orang tua). Tekad dan komitmen untuk berubah melunturkan kegalauan ini.

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” Q.S. Muhammad : 7.

Kegiatan ini tidak sampai disini saja, kami dikumpulkan disebuah area lapang. Berikutnya kami pun di tanya-tanya oleh panitia tentang tujuan kami datang kesini?? Beragam jawaban dari peserta dauroh, ada yang ingin bergabung dengan Organisasi KAMMI, mencari ridho Allah, berdakwah, mencari pengalaman dan teman baru dan masih banyak lagi tujuan-tujuan lainnya. Lama sekali kami ditanya-tanya sampai akhirnya kami diberi tahu bahwa kita datang kesini tidak lain adalah untuk Jihad Fisabilillah ( berjuang di jalan Allah Swt), dengan 2 modal  yaitu IMAN dan UKHUWAH.. Subhanallah…

Terakhir yang membuat saya merinding dan senantiasa meneteskan air mata adalah ketika dikumandangkan sebuah IKRAR JIHAD, yang mana setiap pohon, batu, ranting, tanah dan alam ini menyaksikan janji setia kita terhadap Allah Swt,

“jika hanya ada satu orang yang berjihad dijalan Allah maka itu adalah aku, dan jika sudah tidak ada lagi orang yang berjihad dijalan Allah maka saksikanlah bahwa Aku telah syahid”.

Itulah moment-moment dauroh yang luar biasa dahsyat,  sampai saat ini terinternalisasi dalam setiap aktivitas agar senantiasa meluruskan niat karena Allah dan mengajak lebih banyak lagi orang-orang untuk menikmati indahnya Iman dan Islam. Insyaa Allah.

Pasca Dauroh Marhalah 1

Seusai dauroh saya pun kembali beraktivitas seperti mahasiswa lainnya. Di KAMMI sendiri sering diajak-ajak untuk ikut berbagai agenda seperti MK 1 bersama akh Rusda (masih ingat MK pertama di Darut tauhid), Dauroh Qur’an, Rihlah ke CIC dan masih banyak lagi (hampir lupa), karna sejujurnya untuk 3 bulan pertama (masa-masa magang di kastra) saya tidak begitu aktif dan kontributif di KAMMI. Lebih menyibukan di agenda-agenda dalam kampus seolah ingin lari dari KAMMI karena tidak begitu nyaman. Entah apa alasannya.

Kembali ke KAMMI

Setiap orang pasti mempunyai masa kejenuhan terhadap aktivitasnya, begitupun saya yang saat itu sedang mencari jati diri. Saat itu masih ingat dengan sosok seorang yang begitu mengagumkan bagi saya, beliau adalah tipe pekerja keras dan penuh totalitas dalam bekerja, dialah saudaraku tercinta Akh Ferry Aldina, semoga Allah senantiasa merahmati setiap langkahnya. Beliaulah yang mengajak saya dalam agenda-agenda kemasyarakatannya, sering di ajak-ajak untuk mengajar ngaji (sampai akhirnya saya dapat amanah untuk menjadi pj ngajar ngaji di masjid At Taufik, Ciwaruga), saat itu memang masih sedikit orang yang mengajar, sehingga hampir setiap hari saya berada di sana. Yang menarik, semakin lelah dan capek saya bekerja di KAMMI makin kuat rasa cinta terhadapnya, aku terpikat dengan pesonamu, itulah sebabnya mengapa AKU MENCINTAI KAMMI.

Banyak pelajaran yang diambil dari sebuah perjalanan hidupku bersama KAMMI, sampai akhirnya saya memutuskan untuk terjun sebagai kader PENGMASY, bergelut di masyarakat sebagai seorang yang punya cita-cita dalam mewujudkan masyarakat islami dan membangun generasi pemuda (khususnya anak-anak) agar memiliki akhlaqul karimah.

Perjalanan di Pengmasy

Pengamasy bagi saya adalah rumah kedua setelah berlelah-lelah dalam aktivitas kampus, tempat yang dapat menghibur saat hati ini merasa sendiri. Hampir tiap 2-3 kali syuro pengmasy dilaksanakan tiap minggunya. Bagi orang lain memang menyita waktu, ditambah apabila ada persiapan menjelang sebuah kegiatan besar di masyarakat, sore hari syuro, malemnya silaturrahmi dan menyebar surat ke ketua RT/ RW. Subhanallah serasa orang sibuk yaa..

Agenda besar yang tidak pernah lupa bagi saya adalah agenda gebyar ramadhan, KAMMI ber-Qurban, Baksos desa Ciwaruga dan Ngajar ngaji.

Ada satu pelajaran penting tentang arti sebuah tekad dan cita-cita yang tercermin pada agenda Qurban 1432H. Pada agenda ini, anak pengmasy punya cita-cita berqurban satu ekor sapi dengan cara mengumpulkan dana dari mahasiswa tiap jurusan. Dari mulai menggalang infaq qurban, sebar kupon, presentasi dan lain-lain. Subahanallah, dana yang tadinya 0 rupiah namun akhirnya bisa mengumpulkan dana untuk berqurban 1 sapi dan 2 kambing. Allahu Akbar..!! keberhasilan itu tidak terlepas dari seorang figur ketua departemennya yakni Akh Ferry Aldina. Partner lainya seperti Fajar, Faiz, Mufi, Mery dan Teh Iis dan kader KAMMI lainnya. Agenda pengmasy adalah agenda yang tidak pernah terlupakan, karena susah senangnya semua itu pernah kami rasakan bersama.

Pindah ke Sekretaris Umum      

Pada agenda Musyawarah Kerja Komisariat ke X part 2, secara resmi Akh Ilham mengundurkan diri sebagai sekum, karena amanah diluar yang tidak bisa ditinggalkan. Banyak hal yang dievaluasi dari kegiatan MUSYKER ini, seperti kinerja kader, target setiap program kerja dan amanah rekruitmen di masing-masing himpunan. Yang terpenting dari peristiwa ini adalah mengingatkan kepada setiap kader akan pentingnya visi dan cita-cita komisariat yang tercantum dalam sebuah amanah PKK ( Panduan Kerja Komisariat). Kurang dari satu minggu lamanya, Ketua Umum KAMMI POLBAN Akh Fikri Al-Abqori menunjuk saya sebagai sekretaris umum yang baru. Mulai lah ada suatu perbincangan serius antara kami berdua membahas tentang keinginan dan kinerja seorang ketum terhadap sekum dan wilayah pembagiannya.

Saya paham adanya “amanah baru bukan berarti perpindahan posisi kerja, ini adalah bagian penambahan kerja bagi saya”. Karena sebenarnya hati ini tetap milik Pengmasy ( bukan arogansi, tapi kepedulian terhadap almamater). Sebagai sekum baru, yang pertama kali saya kerjakan adalah membuat administrasi komisariat agar tertata rapih, mengurus syuro penguin dan berkunjung ke syuro tiap departemen. Mudah – mudahan akh fikri puas dengan kinerja saya sebagai seorang sekum sampai akhir kepengurusannya. aamiin

Menjadi Seorang yang di Tuntut untuk Berfikir

KAMMI sendiri tidak terlepas dari istilah pengkaderan, sampai akhirnya saya dituntut untuk mengikuti Daurah Marhalah 2 dimana kapasitas dan intelektualitas harus di upgrade sedemikian rupa agar memenuhi syarat Index Jati Diri Kader (IJDK KAMMI). Saya mengikuti DM2 Bandung, tepatnya di Kampus UNISBA, sekitar akhir bulan April.

Di sana kami bertemu dengan orang-orang luar biasa, selama kurang lebih 5 hari acara ini berlangsung, dihadirkan pemateri-pemateri luarbiasa, baik yang sefikroh maupun yang bertolak belakang, kadang membuat kita sebagai peserta emosi dengan statement-statement yang dilontarkan mereka, dan itulah realita yang harus ditanggapi secara dewasa. Bedah makalah dan FGD adalah agenda rutin tiap malamnya, kita dituntut untuk berfikir terus menerus walau raga ini sudah tersa lelah ingin segera beristirahat. Materi yang disampaikan tidak bisa ditulis sembarangan disini (takutnya ada kader AB1 yang baca..hehe biar surprize AB2nya yaa…). Itulah pengalaman yang sekali lagi menggugah hati terhadap kondisi dan realita umat muslim yang ada.

Sebagai kader AB2, kita dituntut untuk menjadi seorang pelopor dan prajurit yang senantiasa berfikir dalam membangun masyarakat sekitar, khususnya masyarakat kampus.

Kini makin terbuka lebar pemahaman saya tentang KAMMI, mengapa harus di KAMMI, mengapa Bergerak di KAMMI dan mengapa tidak bisa terlepas dari KAMMI.

“Beban Moral bangsa dan Agama terletak pada PUNGGUNG PEMUDA”

Syukron Jazakillah…

 

-By: Asep Sucipto

Tunjukanlah Bangsa ini Pemimpin Pilihan-Mu

Gambar     Benteng Orde Baru yang bertengger kokoh akhirya roboh. Gerakan reformasi yang dimotori mahasiswa akhirnya  mampu mendobrak belenggu tirani yang bercokol selama 32 tahun itu. Panji-panji Orba yang berkobar tinggi, diruntuhkan. Kebesaran dan kejayaan Orba tamat sudah. Padahal saat Orde lama tumbang, Orde baru begitu dielu-elukan. Ketika Jenderal Soeharto naik menggantikan Presiden Soekarno, sebagian besar rakyat menaruh harapan besar padanya.

“inilah presiden idamanku”,

gumam jutaan rakyat di tanah air saat itu. Bapak pembangunan, Jenderal Besar, Pengemban Supersemar serta simbol-simbol kebesaran lainnya yang tersematkan pada pundaknya. Saat itu, Indonesia memang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup pesat.. Bahkan Bank Dunia menyebutnya sebagai “Miracle Economic” (Keajaiban Ekonomi) di Asia.

     Namun, secara perlahan masyarakat sadar, pertumbuhan ekonomi kala itu adalah semu. Roda Perekonomian yang berputar hanya dikuasai oleh segelintir konglomerat.
Akhirnya, ketika badai krisis melanda, ekonomi tinggi yang banyak dipuji itu ternyata tidak berdaya menahan gempuran krisis. Inflasi meroket tinggi, nilai rupiah jatuh ke titik terendah, Bank-bank kelas kakap satu persatu berjatuhan, sistem ekonomi yang dibangga banggakan Orba itu ambruk seketika. Jutaan rakyat yang tertindas akhirnya berontak, demonstrasi mahasiswa digelar di seluruh kota. Karena besarnya gelombang yang meminta turun, Soeharto akhirnya meletakkan jabatannya. Rakyat Indonesia termasuk Umat Islam sadar, mereka keliru memilih pemimpin.

     Ketika orde reformasi bergulir, umat memiliki peranan besar di dalam roda pemerintahan. Untuk mencapainya, tentunya mereka mengidamkan seorang pemimpin ideal.

     Karena itu, ketika partai pemenang pemilu PDIP mencalonkan ketua umumnya Megawati sebagai Presiden, maka beberapa tokoh Partai Islam menolaknya dengan tegas. Kala itu, putri Presiden Soekarno itu dijegal habis-habisan. Dari mulai alasan gender hingga kemampuan intelektual menghadang laju Mega menuju tampuk kepemimpinan.

     Sebagai alternatif, para politisi Islam yang tergabung dalam poros tengah mencalonkan K.H Abdurrahman Wahid sebagai saingan Mega. Mereka yakin Gus-Dur lah pemimpin ideal pilihan umat. setelah terpilih, tak ayal lagi gema takbir dan shalawat bergemuruh di ruang DPR. Bagi mereka, kemenangan Gus Dur adalah kemenangan umat Islam.

     Selang beberapa bulan, mantan ketua PBNU ini terlihat tidak konsisten membela umat. Pencabutan Tap No. XXV/ MRPS tentang larangan komunisme di tanah air serta usulan pemulihan dagang dengan Israel adalah salahsatu bukti ketidaksungguhan Gus Dur dalam membela umat. Umat kembali sadar, mereka telah salah dalam memilih seorang pemimpin.

     Tampaknya memilih pemimpin bukanlah perkara mudah. Memilih pemimpin butuh pemikiran dan perencanaan yang matang. Jika tidak, maka bersiap-siaplah kapal besar yang berisi 180 Juta umat Islam ini karam akibat kebodohan pemimpinnya.

     Yang jelas, Umat Islam jangan sampai mengulangi kesalahannya dalam memilihi pemimpin.Wallahu’alam bishawab.

    Edited By: SMA


—-dikutip dari Editorial Majalah Percikan Iman Edisi Agustus 2001. Halaman 3. dengan judul Asli “Presiden Idaman”

W-Learning Perdana BPP KAMMI Polban

Gambar

Alhamdulillahirabbil’alamin W-Learning perdana yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan bersama Rohis Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil pada tanggal 25 April 2014 berjalan dengan lancar. Meskipun memang masih ada kekurangan dalam proses penyelenggaraannya.

Kajian yang bertemakan Cinta ini dibawakan secara ringan namun mendalam sehingga mampu membuat para peserta anteng untuk mendengarkan materi yang disampaikan. Antusiasme peserta terlihat cukup baik dengan hadirnya para mahasiswi yang berjumlah sekitar 30 orang. Dalam waktu yang cukup singkat sekitar 1,5 jam, Teh Karina Salman mampu menyampaikan seluruh materi dengan baik.

Semoga dengan diselenggarakannya kegiatan ini mampu memberikan informasi dan motivasi kepada seluruh mahasiswi Politeknik Negeri Bandung pada khususnya. Nantikan pula kajian-kajian W-Learning selanjutnya.

Lomba Menulis untuk Memperingati Hari Kartini

Gambar

Dalam rangka memperingati hari kartini yang jatuh pada setiap tanggal 21 April, Badan Pemberdayaan Perempuan KAMMI UBK menyelenggarakan sebuah agenda sederhana yang diisi dengan lomba menulis cerpen se-Bandung Raya.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar ini terlihat sangat serius dalam menciptakan sebuah karya inspiratif. Terbukti dari isi cerpen yang terkumpul sangat bervariasi sehingga setiap cerpen memiliki daya tarik tersendiri. Lomba cerpen yang bertemakan “Sudah saatnya wanita berkarya dan dihargai” ini diselenggarakan pada tanggal 6 sampai 24 April 2014 secara online.

Dan pada akhirnya dewan juri memutuskan satu dari sekian banyak cerpen terbaik berhak menjadi pemenang dalam perlombaan ini. Cerpen yang berjudul Pelangi di Kota Meulaboh karya seorang Mahasiswi Politeknik Negeri Bandung lah yang akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama.