Membaca Peta Pencapresan Pasca Pileg 2014

Pemilu legislatif memang sudah kita lewat pada 9 april kemarin. Dan hasil Quick Count dari beberapa lembaga survey telah dirilis. Hasilnya pun sudah dapat diprediksi dari awal siapa yang akan menjadi pemenang. Namun banyak hal menarik yang terjadi pada pemilu kali ini, yakni hasil dari survey beberapa bulan bahkan beberapa hari sebelum pencoblosan, lembaga survey mengatakan bahwa si merah dengan mengusung Jokowi akan memperoleh kemenangan mutlak dengan perolehan suara diatas 20%, serta partai islam akan jatuh tidak masuk parlemen Threshold. Nah kenyataannya? Jauh panggang daripada api.. si merah memang menang, namun dengan perolehan suara hanya berkisar 19%an. Partai islam yang diprediksi bakal jeblok ternyata justru ada peningkatan. Sebut saja PKB, partai yang dari awal tidak diperhitungkan ini bahkan memperoleh suara lebih dari 9%.

Sejauh pantauan penulis, berikut hasil Quick Count Pileg 2014 dari empat lembaga survey :

Baca lebih lanjut

Program Kerja: Pengawalan Pemilu

Indonesia, KAMMI untuk Indonesia. Terima kasih telah mempertemukan kita semua disini dalam naungan ukhuwah yang tak bertepi saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Yah, akhirnya tibalah hari itu. hari dimana seluruh masyarakat Indonesia berpesta atas kebebasan berpendapat atau di Indonesia disebut Demokrasi. Eit tapi sebelum itu, dari Departemen Kajian Strategi sendiri menerapkan program kerja tentang pengawalan pemilu. Yang rincian proker-nya terdiri dari fasilitator untuk mahasiswa Rantau agar bisa mencoblos di sekitaran POLBAN a.k.a Ciwaruga and skt. yang tidak sempat pulang kampung, dalam usaha meminimalisir Golput yang makin marak mencuci otak mahasiswa dengan berbagai paradigmanya. Selanjutnya, pencerdasan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung dalam menyuarakan aspirasi mereka dalam menunaikan kewajiban mereka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Dan yang terakhir adalah mengawal pemilu dari sejak persiapan sebelum hari H sampai akhir dari perhitungan suara yang tentunya itu semua dilaksanakan sesuai instruksi dari ‘atas’. He he ??
Tapi khusus untuk edisi kali ini akan kami bahas ulasan singkat yang insya Allah menarik untuk dibahas, pada penasaran kan?? So, let’s check this out :

Baca lebih lanjut

Untuk Mama yang Ku Cintai dan Dilindungi Allah SWT

Bandung  , 13 Desember 2013

 

Assalamualaykum Warohmatullohi Wabarokatuh

Untuk mama yang ku cintai dan dilindungi Allah SWT ,

 

Disini lah , pada secarik kertas ini ku curahkan bertepatan dengan harimu , mama. Kini aku berada di kota orang ma.Menimba ilmu , membenahi diri dan merasakan betapa aku merindukan mu. Maafkan aku , aku terkadang mengabaikan pesan singkat yang kau kirim. Aku terlalu sibuk dengan aktivitas yang kini ku jalani. Aku memahami, kau pun merasakan hal yang sama , seperti apa yang aku rasakan setiap harinya. Kerinduan itu selalu hadir , ma. Aku sadar aku banyak membuatmu khawatir , membuatmu takut akan segala kelemahanku saat ini. jangan ma , janganlah takut aku sanggup , aku masih bisa melangkah kedepan. Walaupun perlahan , bahkan tertatih.

            Aku rindu sosok dirimu yang selalu membimbing , menyayangi dan mencintaiku sepenuh hati. Aku rindu suaramu saat kau panggil namaku “dzikri”. ah , rasanya seperti sudah sangat lama sekali ya ma. Maafkan ,dulu aku sering membuatmu kecewa , membuatmu terluka , membuatmu marah. Aku melalaikanmu saat kau terbaring sakit. Aku membiarkan saat engkau mulai lelah dengan aktivitas rumah tanggamu,  ma. Aku meninggalkanmu saat engkau membutuhkanku. Aku tidak pernah mau mengerti keadaanmu , ma. Aku tak menghargai usahamu dalam menyajikan yang terbaik untukku. Aku bertutur kata dengan nada yang tinggi dihadapanmu, astagfirullahaladzim.

Padahal , kau selalu ada dikala aku terbaring lemah karena sakit. Bahkan ketika aku sehat pun perhatianmu selalu mengiringi disetiap saat , kapanpun , dimanapun.

Padahal , kau selalu mengingatkanku saat aku mulai terlihat lelah karena aktivitas sekolahku dulu. Kau selalu mengerti keadaanku , sedangkan aku . . . malu rasanya aku seperti penjahat yang tidak menyadari akan kesalahan kesalahannya.

Padahal , kau terus membantuku dalam mengahadapi setiap masalah yang membuatku bersedih bahkan menangis. Nasihatmu , dekapan kasihmu meredam semua gejolak jiwaku saat itu. mengusap air mata yang terlanjur aku keluarkan dihadapanmu.

Padahal , kau selalu mengerti apa yang aku butuhkan. Kau mengorbankan dirimu untuk aku. Ya , hanya untuk aku anakmu yang acuh tak acuh ini , yang egois , mementingkan keinginan diri diatas deritamu.

Padahal , kau selalu menyajikan yang terbaik walaupun dengan batasan keuangan yang tidak memungkinkan , engkau selalu memaksakan diri entah  bagaimana  caranya, aku sendiri pun tak pernah memikirkan itu.

Padahal , kata katamu bagai mutiara , terdapat kebaikan disetiap katanya. Pantang bagimu mengatakan apa apa yang sekiranya membuatku sakit hati. Tetapi sebaliknya justru engkau memotivasi , mengarahkan , menasihatiku dengan nada yang lembut penuh kasih sayang.

Mama ,kini aku mulai beranjak dewasa berusaha mengerti dan memahami apa yang belum aku mengerti dan pahami dulu. Berkilo meter jarak tak mengentikan daya ingatku akan semua itu.  mewujudkan citaku , menjadi seorang calon montir. Ya, hanya seorang montir pesawat terbang. Tidaklah lebih dari anak anak lain yang bahkan bisa menjadi calon dokter ataupun seorang calon insinyur. Aku hanya akan bisa merawat pesawat tidak untuk membuat. doakan aku ma , agar aku menjadi anak yang mampu menahan diri dari gemerlap dunia , agar aku menjadi anak yang tak tergoyahkan niatnya , agar aku menjadi anak yang mampu menyejahterakan masa tua kalian (mamah , ayah) kelak kemudian hari ini.

Jaga kesehatan ma , betapa kini aku merasakan apa yang mama rasakan. Allah selalu menjaga mama dalam sadar maupun tidur mama. Dzikri doakan , supaya Allah senantiasa menyangi dan menjaga mama lebih dari apa yang mama berikan selama ini kepadaku. Sabar dalam menghadapi masalah masalah yang terjadi saat ini , Allah maha mengetahui dan menyayangi hamba hambanya yang sabar mah. Disini dzikri ikut mendoakan , selalu mendoakan.

Izinkan tangan kecilku ini mengkonstruksi pesawat udara untukmu , dan akan ku bawa mama & ayah menuju rumah Allah, baitullah. Aamiin. Maka , ridhoilah anakmu ini ma. maaf aku hanya sering meminta , tetapi harus kemana lagi aku meminta ridho. Karena aku yakin , dalam aliran ridhomu , ridho Allah menyertai di dalamnya. Insya Allah.

 

   Salam cinta dan rindu ,

 

 

Mochammad Dzikri Taufik

 

 

*Pemenang lomba menulis surat untuk ibu 2013

- Mochammad Dikri Taufik ( D3 Aeronautika, Teknik Mesin)Gambar

Bidadari Itu Nyata

 

Ibu kota yang peuh sesak. Selalu saja begitu, Jakarta.

                Aku terus berjalan, berjalan dan terus berjalan. Memajang senyum walau kaku. Menatap harap walau kelu. Aku hanya membayangkan, sepanjang jalan ini dapur rekaman. Bernyanyi, terus bernyanyi. Dapur rekaman ini sangatlah panjang. Sepanjang usiaku yang kini mulai berkepala dua. Dua puluh tahun bergelut dengan penyanyi jalanan bukanlah waktu yang sebentar. Sepak terjang dunia anak jalanan telah kutempuh. Banyak peluh banyak juga keluh. Sesak. Rasanya aku ingin mengakhiri semua ini.

                Kini aku berjalan bersama mereka. Seperti potret diriku lima belas tahun yang lalu. Mereka masih riang. Mereka masih ikhlas menebar senyum. Tak ada beban pada wajah mereka. Mereka yang kami temukan di ujung-ujung jembatan. Adakah mereka ini yang terbuang ? mungkin saja. mereka yang tak tahu batas, melahirkan malaikat-malaaikat tak berdosa ini. Mereka pula yang membuang. Naas.

                Suatu ketika, dalam rutinitas keseharian kami, ‘penguasa jalanan’. Sontak aku temukan sosok wanita yang tiba-tiba turun dari mobilnya dan dengan sabar mendengarkan kami bernyanyi. Kami hanyalah seorang pengamen. Tapi dia tidak memperlakukan kami layaknya seorang pengamen. Pernah suatu hari. Setelah menyanyikan beberapa lagu, kami diajaknya ke sebuah tempat. Bukan rumahnya. Melainkan sebuah danau yang indah. Kami hanya disuruh diam.

                Dia membuka sebuah buku kecil. Tulisannya tak aku mengerti. Namun ku tahu itu Al Quran. Perlahan dia membacanya. Bacaannya halus, ringan, dan nyaman didengar. Terasa desir kenyamanan dalam hati. Air mataku mulai menetes. Entah kenapa. Ada rasa menyeruak, hati ini bergejolak. Aku hanya mendengarkan dia membacanya. Sejak saat itu rutin kami diajaknya ke tempat ini, hanya untuk sekedar belajar membaca Al-Quran.  Aku sendiri malu, aku pemuda, yang usianya menginjak 20 tahun, tak pernah sedikitpun menyentuh yang orang islam mengatakan itu Al-Quran. Aku sendiri sadar, aku orang islam. Aku malu, selama ini yang aku lakukan hanya mengadu nasib menjadi penguasa jalanan.

                Bidadari itu nyata, menunjukan keanggunan dengan bacaan Al-Qurannya. Bidadari itu nyata, memperlihatkan kecantikan dengan jilbabnya. Bidadari itu nyata, dengan uluran kasih kayangnya pada kami, ‘penguasa jalanan’. Bidadari itu nyata, memperlihatkan padaku jalan yang lain, bukan jalan penuh sesak dengan asap kendaraan, bukan jalan dengan nyanyian parau meminta belas kasihan, namun menyadarkanku bahwa ada nyanyian yang leih indah dari lagu pop yang biasa kami bawakan, yaitu bacaan Al-Quran dengan sepenuh hati, yang membuat hatiku tergugah untuk mendalaminya. Baru ku tahu, bidadari itu nyata…

 

by HA

Aku Takut, Akhi wa Ukhti

Karya : Salma Muqita Awaliah

 

saat ufuk timur diwariskan…

dan bentangan harapan membentuk lintasan sejarah baru…

tak sanggup air beriak..

tak sanggup angin berbisik..

biarlah tanah ditutup dengan tanah…

biarlah jeritan dibungkam burit malam…

tapi mata ini basah..

meringkih basah..

terus basah hingga tumbuh sayuran…

takut rindu ini tak tertumpahkan…

di hari pertemuan yang sesungguhnya nanti…

 

Senin, 25 November  2013

Pukul 09.30 WIB

 

Allah Maha Segalanya

 

Ketika tak ada seorang pun yang melihatmu berbuat kebaikan untuk hari ini, maka Allah-lah yang melihatmu

Ketika tak ada seorang pun yang mendengar perkataanmu meskipun kamu berusaha untuk terbuka pada orang lain, maka Allah-lah yang selalu mendengarmu

Ketika tak ada seorang pun yang mengingatkanmu akan suatu hal, maka Allah mengingatkanmu banyak hal

Ketika semua orang menyalahkanmu dalam hal sekecil apapun, ingatlah bahwa Allah tidak menyalahkanmu untuk hidup di dunia ini

Ketika tidak ada yang bisa memberikan waktu istrahat di saat kamu lelah beraktifitas, maka Allah selalu memberi kita kekuatan

Ketika tidak ada seorang pun yang bisa memberikan ketenangan dalam hidup, maka Allah menenangkanmu lewat firman-firman-Nya, shalat-lah untuk-Nya

Ketika semua orang berpaling darimu, maka Allah selalu menyaksikanmu

Ketika semua orang menghalangimu untuk berbuat sebuah kebaikan, maka Allah selalu membuka iman dan Islam selebar-lebarnya

Ketika tidak ada seorang pun yang bisa memaafkan kesalahanmu, maka Allah-lah yang bisa memaafkan kekhilafanmu

Ketika tidak ada yang bisa menghapus kesedihanmu, maka Allah bisa menghapuskannya lewat shalatmu, do’amu, syukurmu untuk-Nya

Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini dan dunia ini, kecuali penciptaan-Nya dan Islam-Nya, sebagai bentuk penyerahan diri hamba-Nya yang beriman dan siap menerima segala resiko setelahnya

Semua itu untukmu, untuk kita.. dari Allah Swt yang memiliki 99 Asmaul HusnaImage

Remaja dan Politik

Politik merupakan strategi dasar yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam suatu Negara. Politik tidak hanya sebuah kata yang biasa digunakan dalam urusan perebutan kekuasaan dan pemerintahan saja. Politik ada di semua bidang termasuk bidang ekonomi, perundang-undangan, agama islam dan sebagainya. Ketika problema datang pada bidang tertentu, maka saatnya politik bermain di sana. Bisa dikatakan bahwa politik merupakan alat untuk menunjang sesuatu itu menjadi baik atau buruk, ibarat kita menggunakan pisau untuk memotong bawang atau digunakan untuk membunuh, maka di sana ada baik dan buruknya.

Keadaan politik di negara ini sedang mengalami keterpurukan. Jika kita ingin memperbaiki kondisi politik tersebut, maka subjek utamanya bukan hanya pemerintah dan partai politik saja yang berperan. Nah lho, siapa lagi? Tentu jawaban yang paling tepat adalah mengikutsertakan remaja sebagai generasi muda, dimana mereka harus ikut andil dalam mempertahankan politik sebagai alat andalan untuk memecahkan problema nasional di kemudian hari. Namun, permasalahannya adalah kurangnya partisipasi remaja dalam kesadaran berpolitik dan cenderung apatis karena sebagian besar beranggapan bahwa politik itu hanya untuk generasi tua yang hanya memperebutkan kursi di pemerintahan, politik uang dan lebih parahnya lagi politik itu adalah sesuatu yang kotor dan salah.

Sebenarnya, jika kita lihat, sederhananya politik itu adalah tata cara melakukan sesuatu. Namun, itulah anggapan remaja saat ini yang hanya melihat dari 1 sisi saja dan cenderung menyimpulkan suatu hal buruk yang terjadi di pemerintahan itu adalah sebuah politik.

Maka dari itu, Lembaga independen harus sejak dini mensosialisasikan akan kesadaran berpolitik yang harus dimiliki oleh setiap remaja di Indonesia. Kita harus sadar bersama-sama demi kepentingan bangsa Indonesia, karena jika kita lihat secara universal, perkembangan Negara-negara maju yang mungkin menimbulkan dampak negatif pada Indonesia, entah itu apa, di bidang mana dan kapan terjadinya kita tidak akan pernah tahu, dan di sinilah peran politik yang harus disiapkan secara matang bagi para remaja, untuk menangkis kemungkinan terburuknya. Sebagai remaja yang aktif berorganisasi dan peduli terhadap perpolitikan dimana pun tempatnya, harus bisa merubah paradigma remaja apatis lain bahwa politik juga milik remaja, yang bisa digunakan sepositif mungkin untuk kepentingan Negara sehingga apa yang menjadi tujuan negara bisa tercapai dan salah satu tercapainya keberhasilan tersebut karena peran remaja juga. Pun, sudah seharusnya para politikus senior mengajak dan menstimulus para remaja agar bisa menyampaikan kembali makna politik yang sebenarnya kepada masyarakat. Jika memang benar para politikus telah mengajak generasi muda minimalnya untuk tahu mengenai perpolitikan, maka seharusnya politik di Indonesia saat ini tidak mengalami kemunduran yang berdampak signifikan  ke segala bidang.

Selain itu, dengan krisisnya kepemimpinan di Negara ini, maka sudah kewajiban remajalah yang mempersiapkan diri dari mulai sekarang untuk mendapatkan suatu latihan dasar kepemimpinan agar semua remaja khususnya di Indonesia bisa dibekali prinsip-prinsip kepemimpinan khususny dalam berpolitik sehingga remaja tahu politiknya akan ditempatkan di mana dan bisa digunakan untuk kepentingan Negara sehingga dapat memenuhi hajat hidup rakyat Indonesia.

 

By: BPP  PK KAMMI POLBAN