kenapa “HARUS” ngajar ngaji???

Posted: Desember 17, 2011 in Kegiatan

Oleh : Ferry Aldina

Ketua Departemen Pengembangan Masyarakat KAMMI POLBAN 2011-2012

Bismillah,,, Tulisan ini hanya dibuat untuk teman-teman yang memang peduli terhadap kondisi generasi penerus bangsa ini, kondisi dimana hanya satu masalah yang masih belum saja terselesaikan permasalahan bangsa ini. Ya, memang KRISIS AKHLAK itu menjadi sumber utama dari segala sumber permasalahan bangsa ini. Tapi maukah kita hanya menjadi “penerus estafeta krisis akhlak”?? Naudzubillah.. Padahal Allah sudah memperingatkan dengan firman-Nya..

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Sangat dijamin kalau bangsa ini tidak akan maju jika permasalahan krisis akhlak itu tidak bisa diselesaikan. SO Pertanyaan besarnya adalah how to solve it?? bagaimana cara kita untuk menyelesaikan permasalahan tersebut..

Salah satu cara kita –mahasiswa- agar bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa adalah mendidik generasi-generasi muda dibawah kita untuk disiapkan agar menjadi generasi yang jauh, jauh, dan jauh dari krisis akhlak.

KAMMI POLBAN dengan program Ngajar Ngajinya memfasilitasi semua kader KAMMI POLBAN dan mahasiswa POLBAN secara umumnya untuk bisa sedikitnya memberikan sesuatu perubahan menuju yang lebih baik. Ini hanya tulisan dan sekedar tulisan tetapi semoga tulisan ini bisa dibaca oleh semua orang yang seyogyanya bisa menerima hasil pengalaman dari penulis.

Bulan Agustus 2009, Ya Insyaallah tidak akan dilupakan ketika sharing dengan pengajar ngaji yang sudah lama menetap di Ciwaruga. “Dulu masjid ini sering rame, hampir 40 orang yang selalu datang ke masjid, bahkan MAIN BOLA di masjid pun sering terjadi! ASTAGFIRULLAH” keluhan pengajar dulu.. Tapi Alhamdulillah seiring dengan berjalannya waktu, masjid itu pun sudah aktif kembali dengan pengajian ibu-ibu dan anak-anaknya meskipun masiiiiih banyaaaakk sekali yang harus diperbaiki. Tidak tahu kebetulan atau apa tetapi hanya sebuah takdir ketika PERMATA (Persatuan Mahasiswa Tasikmalaya) yang menjadi penggagas untuk kembali lagi memulai aktifitas ngajar ngaji yang sudah lama tidak terdengar lagi. Dan menjadi sebuah kebetulan juga ketika mahasiswa yang berhimpun di PERMATA itu merupakan anak KAMMI juga. Bukan berarti arogansi ataupun fanatisme yang berlebihan tapi ini justru menjadi tanggung jawab anak KAMMI khususnya yang menjadi pemegang amanah pertama untuk memperbaiki masalah akhlak ini dengan mengajar ngaji di Desa Binaannya, Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Kalaulah bisa menjalin kerja sama dengan organisasi internal lain yang berada di POLBAN, sangat lah mungkin generasi muda ke depan menjadi generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan menjadi generasi yang membawa bangsa ini lebih diperhitungkan dimata dunia!! karena krisis akhlak ini sudah mulai bisa terkikis habis.. Allahuakbar!!!!!!

Bulan Maret 2010, Tepat menjadi titik tolak kebangkitan syi’ar islam di daerah Ciwaruga. Acara-acara keagamaan sudah bisa mulai dirasakan masyarakat, acara Isra Mi’raj, Pesantren kilat, Festival Santri, Rihlah (Tadabbur Alam), Tahun Baru HIjriah, dan lain sebagainya sudah mulai bisa dilaksanakan. Ini semua berkat Allah yang selalu memberikan kader-kader terbaiknya untuk umat ini (khususnya di Ciwaruga) sehingga kemasifan agenda dan keefektifan syi’ar islam sudah mulai terasa.

SEMUANYA BERAWAL DARI NGAJAR NGAJI, ya memang tidak dapat dipungkiri ketika perubahan bangsa ini dibekali dengan pedoman yang amat luhur yakni Al-Quran. Al-Quran mengajarkan untuk terus bersikap akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari dan itu diaplikasikan kepada kedua orang tua, teman-teman, dan kepada orang lain…

“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” HR Bukhari

“Orang yang pandai membaca Al-Qur`an, dia bersama para malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaq ‘Alaih)

Jangan sekali-kali meremehkan pengajar ngaji,

Jangan sekali-kali meremehkan pengajar ngaji,

Jangan sekali-kali meremehkan pengajar ngaji.

Dan yang paling penting itu janganlah takut untuk memulai dalam mengajarkan al quran kepada mereka yang membutuhkan. Boleh jadi ilmu yang kita anggap kecil dan tidak berarti apa-apa Justru menjadi sesuatu yang berharga dan sangat bermanfaat untuk mereka. So, hilangkan dari pikiran kalian yang merasa belum pantas, merasa belum cocok untuk menjadi pengajar. Itu merupakan bisikan-bisikan yang mengganggu kepada kita untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Satu kata saja.. MULAILAH KAWAN!! HAMASAH…

Bulan Desember 2011. Terasa berat untuk meninggalkan aktifitas ngajar ngaji dan memang alangkah baiknya kita tidak meninggalkan aktifitas ngajar ngaji tersebut. Dari tahun ke tahun, kita merintis dan mengembangkan ngajar ngaji ini. Apakah kita mau menjadi orang yang dzolim dengan meninggalkan mereka (anak-anak pengajian) yang memang SELALU membutuhkan kita?? Tentu pastinya TIDAK dan janganlah kita tergolong orang yang dzolim.

Ketika melihat kenikmatan Allah yang patut disyukuri adalah ketika generasi-generasi penerus pengajar itu “meluber” sangat banyak sekali di tahun ini. Ini momentum yang sangat tepat untuk terus mengembangkan aktifitas syi’ar islam di Desa Binaan yang tujuan utamanya yaitu untuk menciptakan masyarakat yang bernuansa islami. Allahuakbar..

Bagi yang sudah pengalaman mengajar, hal yang harus menjadi tuntutan kita adalah terus membimbing generasi penerusnya dan selalu menjadi pembuat ide-ide brilliant yang selalu menghasilkan karya yang besar dan bermanfaat. HAMASAH!

Karena memang motivasi internal itu sangatlah kuat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi umat ini. Apa itu motivasi internal?? Motivasi internal merupakan keikhlasan diri yang menjadi penopang kelelahan dan kemalasan kita. Ketika keikhlasan itu sudah tertanam dan tertancap kokoh di dalam jiwa kita maka rintangan apapun yang akan menghadang kita nantinya maka akan menjadi kerikil-kerikil saja yang mudah untuk dilewati…

Akhir kata, ini merupakan amanat kita bersama dan Keikhlasan kita adalah kunci keberhasilan syi’ar islam dan sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan-amalan kita… karena BAHKAN

 

“Dan orang-orang yang menjaga dengan baik terhadap amanat dan janjinya” QS 23 : 8

“Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” QS 23:112.

“Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.” 23:103.

1 Muharram

Posted: November 29, 2011 in Kegiatan

Oleh: Muhammad Majid Badaruddin

Ciwaruga, 27 Nopember 2011 M/1 Muharram 1433 H. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) komisariat Umar bin Khaththab (POLBAN), sukses mengadakan tiga agenda dalam perayaan tahun baru 1433 Hijriah; Pengajian bersama dengan masyarakat Desa Ciwaruga pada malam Ahad, 26 Nopember 2011,dan keesokkan paginya Kerja Bakti dengan seluruh lapisan masyarakat Desa Ciwaruga dan Pawai Obor di malam harinya.

Departemen Pengembangan Masyarakat yang berada di bawah komando Akh Fery Aldina selaku ketua departemen, membentuk kepanitiaan utama dalam penyelenggaraan agenda akbar ini, dengan Akh Fauzi sebagai Ketua pelaksana dan dibantu oleh anggota KAMMI lainnya.

Pada pengajian malam Ahad yang bertempat di masjid At-Taufik, bertemakan “Keutamaan bulan Muharram”. Pengajian ini dipadati warga yang terlihat antusias menyambut tahun baru Hijriah, terutama para santri yang juga merupakan santri TPA KAMMI di masjid At-Taufik. “Luar biasa, ane baru tahu akhi, begitu banyak kisah-kisah pada zaman Nabi dahulu, dimulai Nabi Adam ‘Alaihis Salaam sampai Rasulullaah Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallaam yang terjadi pada bulan Muharram.” Kata Akh Fauzi pada sahabat yang berada di sampingnya.

Lalu, keesokkan paginya, KAMMI memasuki agenda selanjutnya yaitu kerja bakti. Kerja bakti  yang melibatkan masyarakat dan santri-santri dari empat DKM yang berada di Desa Ciwaruga (Al-Hikmah I, Al-Ikhlas, At-Taufik, Al-Hikmah II, dan Al-Fattah). Santri-santri yang mengikuti kerja bakti berjumlah 23 orang, mereka kerja bakti dengan cara mengelilingi Desa Ciwaruga lalu memunguti sampah-sampah yang berserakkan di jalanan sambil membawa Trash Bag. Sedangkan masyarakat lainnya kerja bakti dengan cara membuat saluran air yang menjadi satu solusi dari permasalahan jika turun hujan deras. Entah berapa orang yang terlibat dalam pembuatan saluran air ini, terlalu banyak dan terlihat begitu semangat masyarakat bergotong –royong dan saling bekerja sama. Juga banyak anggota KAMMI ikhwan pun yang turut serta dalam pembuatan saluran air.

Tidak kalah seru, malam harinya KAMMI berhasil mengumpulkan santri sekitar 150 orang untuk mengikuti pawai obor, sungguh luar dugaan, perkiraan awal panitia, santri yang akan ikut meramaikan acara ini hanya berjumlah 70 orang, tapi Subhanallaah, Alllah memberi lebih dari itu. Setelah melakukan sholat Isya, seluruh santri dikumpulkan dan dibariskan rapi oleh seluruh panitia di lapang upacara SD 1 Ciwaruga. Sebelum berangkat, seluruh peserta pawai obor membaca doa terlebih dahulu yang dipimpin oleh Akh Dede Rahmat…

Perjalanan pun di mulai, dengan membawa spanduk yang bertuliskan “Selamat Tahun Baru 1433 Hijriah”, sekitar 40 obor yang menyala membara dan teriakkan shalawat, telah memecah keheningan dan menghangatkan Desa Ciwaruga. Terlihat begitu indah, barisan kokoh, penerus generasi islam selanjutnya yang begitu ceria dan menampakkan wajah cerah mereka. Perjalanan berjarak sekitar 1 km saja, tetapi baru saja mencapai halu-halu tuk menuju garis finish, Allah Subhaanahuu Wata’alaa menurunkan barokah yang indah deras. Meski pawai obor baru setengah perjalanan dihentikan, karena hujan turun, tapi tak menyurutkan semangat para peserta pawai obor. Seluruh peserta beserta panitia berteduh, sembari mengantarkan satu persatu para santri pulang dengan payung yang tersedia, karena dikhawatirkan para orang tua santri mencemaskan putra-putrinya karena cuaca yang kurang begitu bersahabat. Setelah seluruh santri diantarkan ke rumah masing-masing, akhirnya seluruh panitia pun berkumpul di masjid At-taufik untuk beristirahat dan menyantap makanan yang telah sediakan.

“Ada sebuah kekuatan yang luar biasa pada agenda kali ini, terhitung H -1 kami menyiapkan segalanya, tetapi dapat terbilang sukses!” Ujar Akh Fery di sela-sela istirahat agenda tersebut.

Alhamdulillaah, sekarang kita telah memasuki tahun baru, ber-muhasabah-lah. Apa yang telah kita lakukan di tahun kemarin, bulan kemarin, dan waktu-waktu yang telah lalu. Muharram adalah salah satu bulan yang begitu mulia diantara bulan-bulan islam lainnya. Semoga kita menjadi manusia yang dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya. Barakumullaahu fii syahr…

Lhuu.. Gue.. END!!

Posted: November 8, 2011 in Hikmah

Oleh: Muhammad Majid Badaruddin

Alhamdulillaah, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wata’alaa, shalawat dan salam akan selalu tercurah limpah kepada junjunan alam, Rasulullaah Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasalallaam.

Teringat perkataan dari seorang ulama tentang Ukhuwah,

Persaudaraan adalah mu’jizat, wadah yang saling berikatan, dengannya Allah persatukan hati-hati yang berserakan, saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati. (Sayyid Quthb)

Ya, kembali… pembahasan menarik saat ini adalah tentang persaudaraan sesama muslim, ikatan ‘aqidah. Ukhuwah…

Sahabat, berbicara tentang ukhuwah, tak sekedar persaudaraan, bukan selintas persahabatan, tapi memiliki makna dari arti sebuah pertemuan. Hangat ucapan, lembut sapaan, manis senyuman, bahkan tak jarang menyentuh sisi hati yang terpanggang gersang. Ya, ketahuilah karena ukhuwah itu mendamaikan, menyejukkan jiwa-jiwa yang tengah ‘kepanasan’ terbakar api kepalsuan. Saling men-Transfer keimanan satu sama lain. Saling melemparkan padangan keteduhan menelusuri lorong-lorong hati ketentraman.

Sahabat, berbicara tentang ukhuwah, tak sekedar persaudaraan, bukan selintas persahabatan, tapi memiliki rasa yang suci. Mencintai saudara se-iman bak mencintai diri sendiri. Mencoba menjaga ia dari apa-apa yang membuat ia merasa terganggu… Bahkan Al Ma’shum Shalallaahu ‘Alaihi Wasalallaam mengibaratkan saudara yang berukhuwah seperti anggota badan, ketika yang satu sakit, maka anggota lainnya turut merasakan sakit. Oh, indahnya ukhuwah.. indahnya…

Sahabat, berbicara tentang ukhuwah, tak sekedar persaudaraan, bukan selintas persahabatan, tapi ada sesuatu yang bermakna ‘lebih’… dari menyayangi, hingga memberi… karena Islam telah mengindahkan para ruham dalam merajut kisah persaudaraan.. Semua karena Allah, semua karena Allah. Allah-lah yang menyatukan hati-hati para pejuang keadilan, Allah jua yang menguatkan hati-hati para pembela kebenaran. -Ah, ukhuwah membuatku tergila akan indahnya bersaudara karena-Nya.-

Hmmmzzz…..

Tapi SAHABAT!! TAPI!

Tapi, tak semudah itu kita dapat mencapai nikmatnya berukhuwah, ada hal yang perlu kita perjuangkan bersama. Ada sesuatu yang menjadi kewajiban umat manusia dalam pengkibaran panji ini. Ya, panji Islam! “Karena Ukhuwah hanya dapat dirasakan oleh seseorang yang memiliki tujuan yang sama, berjuang bersama!”.

Iya, terkadang kita ingin sesekali mencicipi manisnya cinta mencintai saudara se-‘Aqidah karena Allah, tapi kita tak ingin (bahkan enggan) turun berjihad bersama-sama ikhwah lainnya. Layaknya ketika ingin bisa berenang, tapi tak ingin basah… (Apa-apaaa an?!!). Ada yang merasa bahwa “cukuplah dia saja yang mengerjakan, tak perlu rame-rame! Nanti malah bikin kacau!”, bahkan ada yang lebih parah, “Ana gak pantes berjuang sama dia, disini ana orang terhormat! (meninggi) atau “Afwan disini ana bukan siapa-siapa, dia lebih layak, dia lebih hebat! (merendah)” Hoahhh…. Lhuu, Gue, END!

Ya, tapi tetap, ukhuwah itu indah… meski sesekali muncul rasa ego, hadir sebuah kepentingan disamping ukhuwah yang berkesan, tersimpul senyum sinis di depan wajah yang terlihat manis. Tapi ukhuwah tetap indah, karena selalu ada maaf dibalik semua hal yang menyinggung perasaan saudara kita, tetap tersimpan senyum indah di balik bentakkan sayangnya, dan lain sebagainya.

Sahabat, artinya… perlu kebersamaan dalam langkah gerak ini, butuh satu ayunan pedang dalam menebas kebathilan yang menodai bumi ini. Karena modal umat islam untuk menegakkan panji-panji islam di muka bumi adalah dengan Iman dan UKHUWAH…

“Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujurat:10)

Jazakallaah… semoga bermanfaat. Jangan biarkan kebathilan merajalela. Don’t be a viewer but be a player, because we are the DIRECTOR of CHANGE! Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang merasakan nikmat berukhuwah, fiidunyaa wal aakhirat. Di Firdaus-Nya. Aamiin…

” Waqulli haqqa min rabbikum, famansyaa afal yu’min wamansyaa afal yakfur…”

Wassalaamu’alaikum…

Keep Ukhuwah!! ^_^

SELAMAT TINGGAL DAKWAH !

Posted: Oktober 16, 2011 in Artikel

Ditulis Oleh : Rizki Amelia

Departemen Kaderisasi

 

Buat apa berdakwah jika hanya kepada “dia” kita memberi tausyiah ? Buat apa berdakwah jika hanya kepadanya kita mengingatkan untuk sholat tahajud ? Buat apa dakwah jika di hati kita hanya ada seorang mad’u ? buat apa dakwah jika hanya seorang yang membutuhkan kita? so, jika saat ini kita terserang virus merah jambu, tidur saja di kamar. Bayangkan wajahnya ! buat puisi sebanyak-banyaknya tentang dia ! persetan dengan rekruitmen kader yang meminta waktu dan tenaga ! mending pikirkan saja si dia. Penuhi kebutuhannya ! dan selamat ! kamu akan sukses menjadi manusia yang egois !

Jangan pernah berkata dunia membutuhkan saya ! jika kenyataannya, kita hanya memikirkan dia. Jangan pernah memikirkan ummat, jika dalam benak kita hanya berisi pertanyaan : apa makanan kesukaannya ? siapa teman terdekatnya ? berapa ukuran sepatunya ? apa hobinya ? lewat mana dia berangkat kuliah ? bahkan mencoba menghafalkan jadwal kuliahnya !

Demikianlah dahsyatnya virus merah jambu jika sudah menyerang kita. Kita tidak akan sempat memikirkan orang lain, karena dalam hati kita hanya ada seseorang. Kita akan tenggelam dalam lamunan demi lamunan yang membius seluruh aktivitas kita. Dan jika virus ini sudah sangat parah, kita pasti ‘pingsan’ dibuatnya.

Untuk kamu para aktivis dakwah simaklah kata-kata mutiara di bawah ini (lupa dari mana sumbernya)

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad diinik…

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad da’watik…

Love is a give (cinta adalah berkah)…

Bahkan salah seorang ikhwan mengatakan :

Love is the essence of life (cinta adalah inti sari kehidupan)

Cinta Allah yang membuat bumi ada

Cinta Allah yang membuat sang surya bersinar

Cinta antar manusia yang mambuat hidup tenteram dan nyaman…

Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…

Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…

Mirip seperti itulah menjadi seorang da’i…

Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi dakwah…

Dia selalu memberi untuk islam, tanpa mengharap menerima untuk setiap kerja dakwahnya…

Itulah ikhlas …

Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah…

Siap mengeluarkan utang untuk dakwah…

Siap mengeluarkan tenaga untuk dakwah…

Bahwa hubungan ikhwan aktivis dakwah adalah seperti saudara…

Cukup sampai disana…

Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatullah akibat adanya intensitas,

Tidak akan melabihi taraf simpati antar kader

Kecuali Allah menakdirkan kesempatan padanya untuk menyelesaikan setengah agamanya…

Jika Allah telah menentukan jodoh untuk kita, bahkan sebelum kita lahir,

Mengapa kita takut menjadi perawan tua dan jejaka jomblo…?

Masih panjang langkah dakwah kita

Masih begitu banyak lahan dakwah yang belum kita jamah…

Ada satu hal yang akan datang dengan sendirinya pada kamu, yaitu jodoh…

Sehingga jangan sampai hal ini membuat kita ragu akan janji Allah pada kita…

Jangan sampai dakwah kita berpenyakit hanya karena masalah ini…

Sangat cengeng dan kekanak-kanakan,

Bila sampai ada aktivis dakwah yang terjangkiti hal ini (VMJ: Virus Merah Jambu)

Da’wah adalah sesuatu yang suci….

Qod aflaha man zakkaha (beruntunglah bagi yang memersihkan diri)

Wa qod khoba man dassaha (dan celakalah bagi orang yang mengotori dirinya)

Sehingga orang yang berhak dan akan bertahan dalam jalan ini,

Adalah orang-orang yang niat ikhlas membersihkan dirinya…

Dan ikut tabiyah dengan keikhlasan,

Bukan karena ingin menikah dengan akhwat A atau B

Dia beraksi dan berdemontrasi untuk menyuarakan yang hak di depan penguasa yang dzolim

Bukan ingin ketenaran…

Dia berdakwah ingin menuju jannahNya ,

Bukan ingin mendapatkan jabatan, fans atau lainnya …

Ingat ikhwan wa akhwat fillah,

Seperti disampaikan Ust. Amirudin :

Untuk ikhwan…

Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini,

Bidadari telah menuggumu di surga nanti…

Untuk akhwat…

Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini ,

Kamu lebih baik dari bidadari yang terbaik yang ada di surga

Kebenaran hakiki hanya milik Allah…

Dan di yaumul qiiyamah kelak akan ditentukan

Kebenaran akan hal-hal yang kita perdebatkan…

saat membaca kembali file2 yg ada, rasanya ingin mengangkat notes ini lagi. lupa sumbernya dari mana,tapi semoga bermanfaat.

Karena saya mencintai islam

Posted: September 19, 2011 in Artikel

Oleh  Ferry Aldina

Departemen pengembangan masyarakat kammi polban 2010-2011

Seketika diantara kita pernah berpikir bahwa kenapa kita ditakdirkan menjadi seorang muslim dan kita dilahirkan oleh rahim seorang ibu yang beragama islam. Sungguh, ketika kita menyadari bahwa islam itu memberikan banyak kenikmatan terhadap diri kita maka selayaknyalah kita harus banyak bersyukur dan selalu merenungkan bagaimana jika kenikmatan tersebut hilang. Akan tetapi justru yang menjadi masalah disini adalah bagaimana kita bisa menyadari bahwa islam itu memang memberikan kenikmatan kepada kita, baik kenikmatan ruhiyah, jasadiyah, ataupun yang lainnya. Banyak orang yang berstatus muslim tetapi akhlak dan tingkah lakunya tidak mencirikan bahwa itu muslim. Banyak orang yang berstatus muslim tetapi kemaksiatan selalu dilakukan. Bangsa Indonesia harus menyadari akan potensi kebangkitan islam di negeri ini, mengapa demikian? Karena Negara yang memiliki mayoritas muslim memiliki peluang yang besar untuk menjadikan rakyatnya memiliki akhlak yang baik serta aplikasi nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sekali-kali menganggap islam itu agama yang keras! Agama yang parsial! Sesungguhnya tidak ikhwahfillah, islam adalah agama yang menyeluruh, islam mengatur semua aspek kehidupan mulai dari bangun tidur sampai tidur pun semuanya terdapat dalam aturan islam. Imam syahid Hasan Al-Banna dalam Ushul ‘Isyrin (20 Prinsip Hasan AL-Banna) menyebutkan “Islam adalah agama yang menyeluruh yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih saying dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.

Islam adalah agama yang tidak membebankan manusia dalam segi apapun justru dengan kita menjadikan islam sebagai pegangan hidup kita maka Insyaallah kita akan merasakan kenikmatan hidup. Islam menjamin kesejahteraan, keamanan, dan kepedulian tinggi terhadap sesama.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maa’idah : 3)

Ketika kita sudah tahu bahwa islam memberikan banyak kenikmatan kepada kita, lalu apa yang harus kita lakukan terhadap agama yang selalu menaungi diri kita baik di kondisi senang atapun sedih. Yang pertama yang dilakukan adalah mencintai Allah sebagai sumber pemberi kenikmatan dan telah menyempurnakan agama islam sehingga kita bisa merasakan sungguh kepuasan batin yang tidak bisa dibeli dengan apapun tersebut. Bentuk cinta kita kepada Allah diantaranya dapat diwujudkan dengan melakukan kewajiban yang sudah Allah berikan dan tidak sekali-kali mendekatkan diri dengan hal-hal yang berbau kemaksiatan. Dengan kita mencintai Allah, maka sungguh kita tidak akan rugi bahkan ketika Allah mencintai kita, Subhanallah kita akan merasakan bahwa kenikmatan itu tidak henti-hentinya Allah berikan.

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai seseorang hamba, lalu memanggil Jibril kemudian berfirman: “Sesungguhnya Saya mencintai si Fulan, maka cintailah ia.” Jibril lalu mencintainya. Seterusnya Jibril memanggil pada seluruh penghuni langit lalu berkata: “Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah olehmu semua si Fulan itu.” Orang itupun lalu dicintai oleh para penghuni langit. Selanjutnya diletakkanlah penerimaan – kecintaan itu baginya dalam hati para penghuni bumi. Dan jikalau Allah membenci seseorang hamba, maka dipanggillah Jibril lalu berfirman: “Sesungguhnya Saya membenci si Fulan itu, maka bencilah engkau padanya.”Jibril lalu membencinya,kemudian ia memanggil semua penghuni langit sambil berkata: “Sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah engkau semua padanya.” Selanjutnya diletakkanlah rasa kebencian itu dalam hati para penghuni bumi.”

Komitmen dalam berdakwah juga merupakan menjadi suatu bentuk kecintaan kita kepada Allah. Dakwah adalah cinta, ketika kita mencintai islam maka kita secara langsung akan tergerak hatinya untuk melakukan segala bentuk kebaikan dimanapun berada sehingga orang yang berada di sekitar kita menjadi tahu bahwa islam adalah agama yang memang sempurna. Dakwah bukan hanya sekedar teori tapi dakwah adalah praktek, sungguh teori memang tidak selalu berbanding lurus dengan praktek maksudnya teori mengharuskan kita untuk tetap istiqamah dalam berdakwah meskipun banyak sekali cobaan, gangguan, dan rintangan yang selalu membuat kita lupa akan komitmen kita sebagai muslim sejati yang membuat kita ragu untuk terus bergerak, teapi dalam prakteknya keistiqamahan tidak bisa dibuat dengan spontanitas tetapi harus diyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa kita hidup untuk islam, islam yang mencakup aspek kehidupan yang membuat kita selalu menanamkan nilai islam baik di dunia kuliah, kerja, rumah tangga ataupun yang lainnya dan meyakini bahwa praktek di lapangan merupakan suatu bentuk ibadah (itu tidak bisa dipungkiri ketika kita niat hanya untuk Allah dalam menjalankan segala aktivitas). Sugesti dan pemahaman memang sinkron dalam masalah ini, sugesti dibutuhkan ketika kita khilaf untuk menjadikan dakwah sebagai bentuk cinta kita terhadap islam dan Al-Khaliq. Padahal Allah sudah memberikan Al-Quran untuk dijadikan pedoman hidup kita, disana banyak sekali makna cinta kita terhadap islam dan mengharuskan kita untuk terus memperjuangkan islam.

“Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS At-Taubah : 41)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad : 7)

Semoga sedikit ulasan diatas menjadikan kita umat yang terus menjalankan risalah dakwah Nabi Muhammad SAW dan semoga kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah SWT. Afwan jiddan banyak kekurangan dalam penulisan. Wallahu’alam bis shawab.

JADWAL KURIKULUM SANLAT

Tingkat/Hari

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Tk

Tajwid

B. Arab

Fikih

BTQ

Siroh Nabi

Sd 1-3

Fikih

BTQ

Siroh Nabi

Tajwid

B. Arab

Sd 4-6

Siroh Nabi

Tajwid

B. Arab

Fikih

BTQ

SMP

B. Arab

Siroh Nabi

BTQ

Tajwid

Fikih

Nb         : Hari sabtu di isi dengan evaluasi setiap mata pelajaran

JADWAL PENGAJAR MINGGU PERTAMA

Tingkat/Hari

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

POST TEST

Tk

Lisna

Adit

Ari

Fajar,

Dede

Aris

Fajar,

Gita

Mery

Mufi,

Iis

Dede

Risyad,

M. Fikri

Asep

Risyad,

Fajar,

Iis

Sd 1-3

Angga,

M. Fikri

Zaki

Mery

Adit,

Iis

Susanto

Risyad,

M. Fikri

Dwi

Siti,

Fikri

Zaki

Fajar,

Iis

Aris

M. Fikri,

Mufi,

Mery

Sd 4-6

Ferry,

Asep

Galih

Siti,

M. Fikri

Zaki

Dede,

Iis

Aris

Angga,

Fajar

Ilham

Mufi,

Lisna

Mery

Angga,

Asep,

Lisna

SMP

Fajar,

Iis

Aris

Ferry,

Asep

Dwi

Mufi,

Lisna

Susanto

Lisna,

Adit

Ferry

Dede,

Angga

Dwi

Dede,

Ferry,

Gita

 

 

JADWAL PENGAJAR MINGGU KEDUA

Tingkat/Hari

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

POST TEST

Tk

Susanto

Zaki

Fajar

Iis,

Aris

Dwi

Mery,

Dwi

Gita

Mufi,

Zaki

Ilham

Kurniawan,

Ferry

Asep

Risyad,

Fajar,

Iis

Sd 1-3

Ilham,

Gita

Mery

Ari,

Siti

Mery

Mufi,

Zaki

Asep

Kurniawan,

Asep

Ferry

Aris,

Dede

Iis

Fikri,

Mufi,

Mery

Sd 4-6

Kurniawan,

Asep

Ferry

Angga,

Lisna

Ferry

Dede,

Iis

Fajar

Mery,

Dwi

Gita

Mufi,

Zaki

Ilham

Angga,

Asep,

Lisna

SMP

Aris,

Dede

Iis

Kurniawan,

Ferry

Asep

Ilham,

Siti

Kurniawan

Mufi,

Lisna

Susanto

Mery,

Dwi

Lisna

Dede,

Ferry,

Gita

 

AKTIVITAS KAMPUS…

Posted: Juni 18, 2011 in Artikel

Islamedia – Meski belum ada pe­nelitian ilmiah yang menerangkan, namun kenyataan lapangan telah banyak mem­buk­tikan, yaitu me­reka yang semasa ku­liah ada­lah aktivis kam­pus men­jadi pe­mim­pin atau orang sukses di saat mereka berada di dunia kerja.

 

Lihat saja pejabat-pejabat di tingkat pusat maupun daerah, umumnya mereka mem­punyai latar belakang dulunya adalah aktivis kampus. Mereka aktif di berbagai kegiatan kampus, baik saat di bangku SLTP, SLTA maupun semasa kuliah. Begitu juga sejumlah pengusaha sukses di tingkat nasional atau regional, kebanyakan mereka memiliki latar belakang aktivis kampus.

 

Banyak contoh teman yang semasa kuliah atau bahkan semasa SMA yang dulunya aktif dan rajin berorganisasi, saat ini menjadi orang sukses, baik sebagai pengusaha atau pejabat.

 

Begitu juga sejumlah pejabat atau rekan-rekan di DPR dulu, kalau ditinjau latar belakang mereka, ternyata umumnya mereka adalah aktivis kampus.

 

Lalu, kenapa para aktivis tersebut berhasil jadi pemenang dalam persaingan meniti karir? Yang pasti ada tiga hal yang mereka miliki sebagai modal untuk meniti karir. Pertama karena terbiasa berdiskusi, berceramah, dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan mereka menjadi terbiasa berbicara, campin me­nyampaikan gagasan di depan umum. Kedua, mereka memiliki ke­mam­puan mengorganisir tim kerja atau memenej pekerjaan. Kemam­puan ini ternyata tak semua orang memi­likinya.

 

Ketiga, karena di organisasi tak ada gaji, mereka bekerja secara ikhlas, tanpa pamrih. Bagi mereka, imbalan adalah soal kedua, yang penting kerja yang dilakukan banyak manfaatnya bagi orang lain atau kepentingan bersama. Imbalan akan datang menyusul. Bahkan kadangkala mereka berpikiran kepuasan batin adalah imbalan yang tak ternilai harganya. Mereka tak bertanya dulu apa yang bisa mereka peroleh, tapi bertanya apa yang bisa mereka lakukan dan berikan untuk orang lain.

 

Faktor ketiga inilah yang mem­buat mereka memiliki karakter sebagai pekerja yang ulet, pantang menyerah dan selalu mengejar pretasi terlebih dahulu. Mereka yakin, imbalan adalah urusan belakangan. Man jadda wa jadda, siapa yang mau bersungguh-sungguh pasti berhasil. Allah adalah pembuka pintu rezki yang maha kaya, Allah yang menjamin rezeki mereka.

 

Ketiga faktor itulah yang mem­buat mereka menjadi orang sukses. Mereka memiliki etos kerja tinggi serta selalu memperlihatkan prestasi kerja yang cemerlang.

 

Tidak hanya itu, karena ia berbuat secara ikhlas, maka tentu saja Allah juga senang dengan mereka. Allah lalu membukakan pintu rezki bagi mereka. Seperti janji Allah, Allah akan membukakan pintu rezki dan memudahkan jalan bagi mereka. Jadi, tak heran kalau di kemudian hari mereka menjadi orang sukses.

 

Tapi bukan pula berarti akif di berbagai organisasi menjadi alasan bagi mahasiswa atau pelajar untuk mendapat nilai rendah.

 

Selamat berjuang dan bekerja para aktivis. Bangsa dan negara ini menunggu kreativitas dan uluran tangan Anda.

 

Oleh Irwan Prayitno

Gubernur Sumatera Barat